Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ Haedar: Umat Islam Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Haedar: Umat Islam Masih Banyak Pekerjaan Rumah

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Dalam kehidupan berbangsa yang majemuk dan sedang mekar di era demokratisasi yang serba  bebas sering terjadi atau muncul masalah seperti pembakaran bendera di Limbangan Garut yang menimbulkan reaksi publik yang luas dan kontroversial. Ormas-ormas Islam di kediaman Wakil Presiden RI telah menyampaikan pandangan dan sikap secara kolektif.

Demikian pula secara khusus PP Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Satu ajakannya ialah agar umat Islam dan warga bangsa menjaga keutuhan dan persatuan, serta tidak terpancing dan terprovokasi yang merugikan kehidupan bersama. Proses hukumpun agar ditegakkan secara adil dan sesui hukum yang berlaku.

Dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, situasi nasional di tahun politik banyak menyuguhkan isu-isu dan hal-hal yang sensitif atau pro-kontra sesuai kepentingan masing-masing pihak.

“Satu masalah dapat selesai seketika, tetapi terbuka kemungkinan terus terpolitisasi secara luas. Politik itu dinamis dan seni dari banyak kepentingan dari yang terbuka sampai tersembunyi,” jelas Haedar ketika dihubungi pada Jum’at (2/11).

Berkaitan dengan hal di atas, Haedar mengimbau Umat Islam di seluruh Tanah Air  harus arif  dan cerdas dalam menghadapi keadaan.

“Jangan bereaksi secara berlebihan,  termasuk mudah melakukan aksi massa, yang dapat membuka peluang terpolitisasi, yang muaranya saling berhadapan sesama umat dan warga bangsa,” tegas Haedar.

Diperlukan sikap dewasa dan seksama diserta kesabaran dan keikhlasan dalam menjaga keutuhan sesama umat maupun berbangsa dan bernegara.

“Kembangkan sikap saling memafkan dan tidak mengulangi kesalahan, memperluas toleransi dan kebersamaan yang dilandasi keikhlasan dan ukhuwah yang otentik,” tutur Haedar.

Perlu dipikirkan pula secara seksama  bahwa masih banyak agenda-agenda penting dan strategis yang menanti untuk dikerjakan oleh umat Islam dan bangsa Indonesia di berbagai bidang termasuk ekonomi, pendidikan, dan membangun keunggulan umat dan bangsa.

“Jika terlalu sering demo dan aksi massa maka kerja-kerja produktif dan strategis menjadi kurang terperhatikan atau bahkan terabaikan. Padahal perjalanan umat Islam dan bangsa Indonesia masih terjal menuju atau meraih keunggulan dan kemajuan,” jelas Haedar.

Di sinilah pentingnya komitmen yang  berwawasan ke depan dari seluruh elite dan warga di tubuh umat Islam dan  bangsa Indonesia. (adam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *