Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ Kelompok Creatif MinorityTurut Ramaikan LPCR Expo 2018

Kelompok Creatif MinorityTurut Ramaikan LPCR Expo 2018

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAGLANG — Lembaga Pengembangan  Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar expo mulai tanggal 19 sampai 21 Oktober di Gunung Pring, Magelang.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan LPCR PP Muhammadiyah merupakan wadah bagi Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah untuk mengenalkan potensi yang dimiliki. Expo yang diselenggarakan untuk yang kedua kali ini diharapkan bisa menyamai sukses tahun lalu, bahkan lebih.

Meskipun acara ini diperuntukan keutamaannya bagi Cabang dan Ranting, bukan berarti masyarakat umum tidak boleh untuk turut unjuk keunggulan. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang memiliki perhatian khusus terhadap warisan budaya Indonesia.

Kelompok yang berdiri pada tahun 2016, awalnya adalah kelompok mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di lokasi Tertinggal, Terjauh, Terluar (3T). Seperti yang disampaikan olehAlfian Damastyo Putra, pemilik dari toko yang mereka namai Indigenous. Ia menyampaikan bahwa kelompok ini berawal dari tugas Kuliah Kerja Nyata(KKN) di Suku Kokoda Papua.

“Awalnya memang tugas KKN, tapi setelah melihat secara langsung kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia kami mulai sadar dan tertarik untuk mengenalkan budaya kita lebih luas,” ungkapnya ke tim website Muhammadiyah.id pada Sabtu (20/10).

Kelompok KKN tersebut melanjutkan geliatnya sebagai kelompok Creatif Minority yang fokus terhadap kebudayaan. Kemudian berlanjut sampai dengan pembuatan toko sebagai kepanjangan aksi mereka untuk menghidupkan ekonomi kreatif yang digawangi oleh anak-anak mudah.

Damas mengungkapkan kebanggannya terhadap Muhammadiyah yang telah memberi ruang kepada mereka untuk mengenalkan produk kebudayaan yang mereka bawa, serta perhatian Muhammadiyah terhadap ekonomi kreatif yang dijalankan oleh anak muda.

“Awal kita ragu, apa iya nanti akan ada pengunjung yang mendatangi stand kami. Ternyata diluar dugaan, animo pengunjung besar untuk mengenal produk yang kami bawah,” tuturnya.

Dalam kesempatan kali ini mereka mengenalkan produk budaya yang berasal dari Medan dan Lombok. Selainitu,pemudah asal Magelang ini menyampaikan terimakasih kepada Muhammadiyah. Meskipun komunitas yang mereka miliki tidak berada dibawah Payung Muhammadiyah secara langsung, tapi mereka tetap diberi wadah untuk bisa berekspresi di dalamnya.

Ia berharap, kedepan kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan di luar Jawa. Selain mengenalkan daerah yang ditempati, Muhammadiyah bisa memberikan pencerahannya bagi kelompok-kelompok seperti mereka. (A’n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *