Rabu, 17 Oktober 2018
Home/ Berita/ Merefleksikan Makna Hijrah

Merefleksikan Makna Hijrah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PEKALONGAN – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam lawatannya ke Pekalongan pada Sabtu (22/9) turut memberikan tausyiah dalam acara Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Al-Hikmah, Podosugih, Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan itu Haedar mengajak para jamaah untuk merefleksikan makna dari hijrah.

“Bagaimana islam dengan semangat hijrah harus menjadi dinul hadoroh,” ucap Haedar.

Haedar menegaskan, Islam berkemajuan yang digaungkan oleh Muhammadiyah juga memiliki spirit hijrah.

“Kalau umat islam mustad’afin, maka yang berkuasa ialah orang-orang kafir, munafik, dan orang-orang yang zalim. Umat Islam harus mampu membangun pusat-pusat keunggulan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial,” jelas Haedar.

Haedar juga berpesan agar umat Islam harus mampu merebut peradaban. “Umat Islam jangan hanya sibuk mengurusi hal-hal yang tidak begitu penting, kalau tidak, umat islam tidak akan dapat hijrah dalam membawa misi Islam yang rahmatan lil alamin,” tutur Haedar.

Selain itu, Haedar juga menyampaikan bahwa kehidupan politik ekonomi di Indonesia banyak mengalami kemajuan, namun juga perlu meningkatkan kemajuan tersebut.

“Kita harus keluar dari politik yang menggerus akhlak. Generasi baru harus menghadirkan politik yang penuh adab, beretika, kedepankan yang baik, dan tinggalkan yang buruk,” pungkas Haedar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *