Rabu, 17 Oktober 2018
Home/ Berita/ Mataf UNISA Yogyakarta Membangun Karakter dan Kreativitas Mahasiswa

Mataf UNISA Yogyakarta Membangun Karakter dan Kreativitas Mahasiswa

SLEMAN, MUHAMMADIYAH.OR.ID ― Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar pembukaan Masa Taaruf (Mataf) mahasiswa di kampus terpadu UNISA, Senin (17/9). Mataf dibuka oleh Rektor UNISA Yogyakarta Warsiti dan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini sebagai Key Note Speech. Kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan sistem pendidikan tinggi kepada mahasiswa baru.

Mataf tahun ini bertemakan membangun karakter dan kreativitas mahasiswa menuju UNISA berkemajuan. Selain itu, rangkaian penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian penting dalam memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibannya sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. Sebagai bekal bersosialisasi baik didalam kampus dan lingkungan sekitar. Dalam rangkaian mataf juga ditanamkan nilai-nilai islam berkemajuan sesuai dengan visi UNISA.

Mmasa ini dapat dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan memperkuat rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, jujur, cerdas, peduli, bertanggungjawab dan tangguh.

Mataf UNISA 2018 ini menghadirkan narasumber Sandiaga Uno, Kepala Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta (Bambang Supriadi), Kapolda DIY, Alumni berprestasi (sosiopreuneur) dan Kemenristekdikti.

Tahun ini UNISA Yogyakarta menerima sekitar 2.183 mahasiswa baru dari 15 ribu jumlah pendaftar/peminat. Para mahasiswa tersebut masuk dalam 3 fakultas yang ada di UNISA (Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi Ilmu Sosial dan Humaniora dan Fakultas Sains Teknologi). Para mahasiswa baru tersebar dari 34 propinsi di Indonesia.

Hadir pula Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaMuhadjir Effendy, menyempatkan hadir pada pembukaan Masa Taaruf (Mataf ) mahasiswa baru Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut Muhadjir mengatakan mahasiswa baru UNISA Yogyakarta mesti menyiapkan diri sebagai generasi di era revolusi industri 4.0 diberbagai bidang. Lima hal yang harus disiapkan oleh mahasiswa UNISA untuk menghadapi era tersebut antara lain berpikir kritis & problem solving, kreatif dan inovasi, ketrampilan berkomunikasi, kolaborasi dan percaya diri.

‘’Lima hal tersebut harus dikuasai, salah satunya adalah kemampuan berbahasa asing’’, kata Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan bahwa sekarang ini di negara lain seperti Jepang dan Denmark membutuhkan tenaga kesehatan dari Indonesia. Harapannya dengan menguasai salah satunya bahasa asing, para lulusan dari Indonesia dan UNISA khususnya dapat bersaing dengan tenaga kesehatan dari berbaga negara.

Menurut Muhadjir UNISA Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah /’Aisyiyah yang berkembang pesat. Saat ini jumlah perguruan tinggi muhammadiyah berjumlah 173.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *