Kamis, 20 September 2018
Home/ Berita/ Dubes RI di Tiongkok: Sinergi PTM Dapat Bangun Konsep Digital Ekonomi Muhammadiyah

Dubes RI di Tiongkok: Sinergi PTM Dapat Bangun Konsep Digital Ekonomi Muhammadiyah

BEIJING, TIONGKOK, MUHAMMADIYAH.OR.ID ― Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah DR. Haedar Nashir beserta rombongan disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok,  Ahmad Jauhar, di Wisma Negara,  Kedutaan Besar RI di Tiongkok,  Beijing,Kamis malam (13/09)

Melihat perkembangan Digital Ekonomi di Negara Tiongkok sangat baik untuk masa depan, pertumbuhan digital ekonomi memiliki andil yang sangat besar. Dubes RI ini mendukung Muhammadiyah agar mengembangkan konsep Digital Ekonomi.  Sebab konsep ini,  akan menjadi kebutuhan sekaligus income yang besar di masa-masa mendatang.

“Kami pikir,  Muhammadiyah ke depan,  perlu menjadikan konsep digital ekonomi sebagai salah satu pengembangan ekonomi ke depan.  Dengan ratusan perguruan tinggi yang dimiliki Muhammadiyah,  sangat memungkin Muhammadiyah mengembangkan konsep digital ekonomi”, tuturnya.

Jauhar mencontohkan, Alibaba,  perusahan yang bergerak dalam bidang digital ekonomi,  kini menjadikan perusahaannya,  tidak hanya mampu menyedot penerimaan, di dalam negeri semata, akan tetapi juga mampu berinvestasi di negara-negara kawasan Asia.

“Saat sekarang,  digital ekonomi menjadi pilihan masyarakat millenial,  baik di Tiongkok maupun di Indonesia,  menjadikan digital ekonomi,  pengembangan bisnis baru dan kemunculan pebisnis-pebisnis star-up”,  tambahnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyahmenyambut baik usulan dari Dubes Jauhari terhadap  Muhammadiyah,  menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, gerakan ekonomi mendorong keunggulan bangsa.  Salah satu cara yang ditempuh Muhammadiyah adalah,  dengan membangun kemitraan internasional secara lebih luas,  dan membangun pusat-pusat keunggulan.

“Bangsa yang maju  adalah bangsa yang memperhatikan dan mendorong keunggulan-keunggulan negerinya.  Muhammadiyah saat ini,  sedang melakukan itu,  dengan membangun kemitraan internasional secara lebih luas,  dan membangun pusat-pusat keunggulan di berbagai wilayah.  Sekaligus melakukan akselerasi sumber daya manusia dengan melahirkan 10.000 doktor di lingkungan Muhammadiyah”, tutur Haedar.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 3 jam ini,  selain Muhammadiyah bertukar cendramata,  juga rombongan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dijamu makan malam bersama warga Indonesia di Beijing. Dalam kesempatan tersebut,  Haedar juga diminta mengisi tausiah untuk warga Muhammadiyah di Beijing,  yang bertempat di aula wisma kedutaan besar Indonesia,  Tiongkok.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *