Sabtu, 24 Agustus 2019
Home/ Berita/ Mahasiswa UMM Wakili Indonesia Ikuti Kongres Fisioterapi Internasional

Mahasiswa UMM Wakili Indonesia Ikuti Kongres Fisioterapi Internasional

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG - Kabar membanggakan datang dari Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Empat mahasiswa beserta seorang dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM mewakili Indonesia dalam The 9th Asia Physical Therapy Student Association Congress 2018 atau Kongres Asosiasi Mahasiswa Fisioterapi Internasional ke-9 yang digelar di University of Batangas, Batangas, Filipina pada (17-20/8). 

Tahun ini Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia/ Indonesia Physiotherapy Student Association (IMFI/IPSA) mendelegasikan 9 orang. 1 orang advisor yang juga merupakan dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM, 4 orang mahasiswa Prodi Fisioterapi dari UMM, 2 orang mahasiswa dari Universitas Udayana Bali, 1 orang mahasiswa dri Universitas Dhyana Pura Bali dan 1 orang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mahasiswa dari UMM sendiri yakni Achmad Mabrur, Bayu Lazuardi W., Efanisa Eka Yulia, Nazla Syifa Sabila merupakan mahasiswa Prodi Fisioterapi angkatan 2016 yang tergabung dalam keanggotaan IMFI. Serta, seorang advisor (penasihat) Asia Physical Therapy Student Association (APTSA) yang juga merupakan dosen prodi Fisioterapi Fakultas Kesehatan (FIKES) Ali Multazam. 

“Sampai saat ini, tercatat ada 11 negara yang menjadi anggota dri APTSA diantaranya Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand,” terang Ali Multazam Selasa (28/8)

Selain itu, APTSA juga sudah melakukan kerjasama dengan negara-negara di wilayah Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika. Setiap tahunnya diadakan juga student exchange atau program pertukaran pelajar ke negara-negara tersebut.

Di Filipinina, kesembilan delegasi ini mengikuti beragam kegiatan. Salah satunya, setiap delegasi negara mempresentasikan perkembangan fisioterapi di negara masing-masing, termasuk proses dan sistem akademik, asuransi yang tersedia, proses legalitas dan aturan-aturan yang mengatur fisioterapi di setiap negara, serta penanganan-penanganan fisioterapi yang sedang tren atau berkembang di setiap negara. 

Selain disibukkan dengan rangkaian kegiatan kongres, pada salah satu acara yakni cultural night, setiap negara mempresentasikan budayanya masing-masing. Indonesia sendiri menampilkan tarian Bali Puspanjali kemudian dilanjut dengan menyayikan lagu Indonesia Pusaka dan dilanjutkan dengan menari Maumere. “Para peserta dari negara lain sangat senang dengan penampilan Indonesia, bahkan mereka langsung ikut menari bersama,” pungkas Ali.

Sumber: Humas UMM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *