Rabu, 17 Oktober 2018
Home/ Berita/ Memaknai 109 Tahun Muhammadiyah

Memaknai 109 Tahun Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH. OR. ID, YOGYAKARTA - Muhammadiyah hari 8 Dzulhijah 1439 hijriyah berusia 109 tahun. Suatu perjalanan waktu lebih satu abad yang cukup panjang dan kenyang pengalaman sejarah yang penuh dinamika. Setiap era pemerintahan telah dilalui dengan segala warna yang membuat organisasi Islam yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan ini makin matang dan bijaksana.

Karenanya, di bulan yang agung ini segenap anggota lebih-lebih kader dan Pimpinan Muhammadiyah di seluruh lini dan struktur menghayati betul makna milad atas kelahiran gerakan Islam modern ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebutkan tujuh pesan dalam milad Muhammadiyah ke 109 tahun Hijriyah.

Pertama, menjadikan Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Sunnah Nabi disertai ijtihad sebagai fondasi, inspirasi, dan orientasi gerakan guna mewujudkan tujuan masyarakat Islam sebagai khaira ummah yang menebar rahmatan lil-'alamin.

Kedua, Muhammadiyah dikokohkan keberadaan dan perannya sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang menjalankan misi dakwah dan tajdid secara meluas dan berkualitas, lebih-lebih di era milenium abad modern saat ini.

Ketiga, Muhammadiyah tampil lebih mengakar sebagai kekuatan masyarakat madani atau civil soviety yang mencerdaskan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat di akar-rumput atau di basis jamaah.

Keempat, mengembangkan amal usaha yang semakin berkualitas di bidang pendidikan, sosial-kesehatan, dan ekonomi sebagai pusat keunggulan agar gerakan Islam ini semakin kompetitif, mandiri dan memiliki daya tawar tinggi.

Kelima, mengembangkan sumberdaya insani yang ungggul sebagai kekuatan utama untuk hadir menjadi kelompok strategis bagi kemajuan umat, bangsa, dan perkembangan global.

Keenam, sejalan kepribadian dan khittahnya, semakin berperan dinamis dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan secara cerdas, seksama, berintegritas, dan bermisi untuk mewujudkan Indonesia Berkemajuan.

Ketujuh, Muhammadiyah dengan dukungan 23 PCIM-PCIA dan organisasi serumpun di luar negeri terus mengembangkan peran global untuk mendialogkan dan mengembangkan Islam Berkemajuan serta memberi konstribusi bagi peradaban dunia bermisi Islam rahmatan lil-'alamin.

"Karenanya dengan rasa syukur kepada Allah atas segala anugerah-Nya maka segenap keluarga besar Muhammadiyah di tanah air dan mancanegara terus berkiprah tak kenal lelah dalam menggerakkan segala usaha dan langkah organisasi secara makin solid dan dinamis," harap Haedar.

Diakhir, Haedar juga berpesan kepada segenap warga Persyarikatan untuk dapat menghadirkan Muhammadiyah semakin berkualitas dan memberi manfaat terbaik untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

"Tampillah sebagai uswah hasanah pembawa misi dakwah dan tajdid yang mencerahkan," pungkas Haedar. (adam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *