Rabu, 22 Agustus 2018
Home/ Berita/ Mu'allimaat Telah Menanamkan Tonggak Sejarah Perempuan Muslim di Indonesia

Mu'allimaat Telah Menanamkan Tonggak Sejarah Perempuan Muslim di Indonesia

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Madrasah Mu'allimaat telah menjadi bukti bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang tidak bias gender. 
 
Sebaliknya, Muhammadiyah memandang bahwa perempuan punya kedudukan yang sama mulianya dengan kaum laki-laki, keduanya sama-sama bisa berkontribusi untuk negeri.
 
Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, saat menyampaikan amanat 1 abad Madrasah Mu'allimaat. Noordjannah mengatakan, Mu'allimaat telah menanamkan tonggak sejarah kiprah perempuan muslim di Indonesia. 
 
"Mu'allimaat mampu melahirkan kader militan yang bisa berperan untuk umat dan bangsa," ucapnya (22/7). 
 
Noordjannah menambahkan, walau sudah 1 abad lamanya Mu'allimaat bergerak, hal tersebut bukan berarti perjuangan telah usai. Mu'allimaat harus terus menjadi wadah perempuan-perempuan islam yang maju. 
 
Menceritakan KH Dahlan, Noordjannah mengatakan bahwa semangat berpikir dan bertindak KH Dahlan harus diwarisi. 
 
"Sejak sebelum kita merdeka, KH Dahlan telah berpikir, kemudian bertindak, salah satunya yakni untuk menjadikan dan menghadirkan sistem pendidikan yang modern dan tidak bias gender. Inilah Madrasah Mu'allimaat yang lahir pada 1918," kata Noordjannah. 
 
Noordjannah mengajak seluruh  warga Muhammadiyah untuk melanjutkan apa yang sudah jadi pengkhidmatan KH Dahlan. Selanjutnya, Noordjannah berharap agar bersama-sama bergerak untuk menjadikan Mu'allimaat lebih maju dan semakin berkontribusi untuk bangsa. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *