Rabu, 19 September 2018
Home/ Berita/ Mahasiswi UMS Ini Racik Buah Delima Jadi Obat Kanker Mulut

Mahasiswi UMS Ini Racik Buah Delima Jadi Obat Kanker Mulut

SURAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID ― Kanker merupakan jenis penyakit mematikan. Salah satunya kanker mulut. Tiap tahun, 275 ribu nyawa melayang gara-gara kanker mulut. Sebanyak 75 persen terjadi di negara berkembang.

Penyebab utama kanker mulut yakni kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Prihatin akan hal tersebut, Wimmy Safaati Utsani, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meracik buah delima menjadi obat herbal penyembuh kanker mulut. Wimmy berinovasi mengaplikasikannya dalam bentuk spray atau cairan semprot.

”Mencegah sekaligus terapi kanker mulut dengan spray. Kenapa spray? Karena lebih ekonomis dan efektif. Tinggal semprot saja di rongga mulut, akan meredakan rasa tidak nyaman bagi penderita kanker mulut. Karena pasien kanker mulut di stadium awal akan merasakan rasa sakit di rongga mulut,” beber mahasiswi semester VI ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Wimmy mengaku buah delima dipilih sebagai bahan herbal. Lantaran sudah teruji mampu membunuh sel kanker. Sekaligus minim efek samping. Inovasinya ini diklaim efektif menyembuhkan kanker mulut pada stadium awal.

”Buah delima ini akan menghambat penyebaran sel kanker. Namun inovasi ini masih dalm bentuk pengembangan produk. Masih butuh penelitian lanjutan untuk uji dosis dan efektivitasnya,” sambungnya.

Wimmy menggunakan 250 ug per mili konsentrasi buah delima untuk satu buah spray. Tanpa campuran bahan lain, hanya buah delima sebagai bahan tunggal. Komposisi tersebut sudah efektif meredakan rasa tidak nyaman di rongga mulut pasien.

”Kanker mulut sering terjadi di Indonesia. Pengobatan yang ditempuh hanya kemoterapi. Dengan inovasi ini saya menggagas pengobatan dengan tanaman herbal. Buah delima juga mudah didapatkan,” urainya.

Wimmy mengaku inovasinya ini masih dalam tahap penelitian menuju produksi. Berkat gagasannya ini, Wimmy berangkat ke ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Tahap Akhir, 9-12 Juli mendatang.

Sebelumnya, Wimmy juga telah membawa pulang medali perak Inovasi Teknologi Internasional di Institut Teknologi Bandung (ITB), beberapa waktu lalu. Di ajang tersebut, Wimmy membuat permen jeli penyembuh kanker payudara. Permen jeli buatannya diklaim lebih terjangkau dan khasiatnya 10 ribu kali lebih kuat dibandingkan kemoterapi.

”Permen jeli ini dibuat dari hasil perebusan daun sirsak yang dicampur gula rendah kalori. Dicampur agar-agar, asam sitrat, dan air,” ungkapnya.(ums)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *