Minggu, 24 Juni 2018
Home/ Berita/ Muhammadiyah Harus Bisa Menangkap Perkembangan dan Kebutuhan Dakwah Generasi Milenial

Muhammadiyah Harus Bisa Menangkap Perkembangan dan Kebutuhan Dakwah Generasi Milenial

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Di era saat ini banyak keahlian professional diperoleh generasi millennial secara otodidak dengan menempatkan teknologi informasi sebagai guru.

Hal tersebut disampaikan Abdul Munir Mulkhan dalam pengajian Ramadhan 1439 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jumat (25/5) bertempat di Gedung Ar Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Saat ini pengaruh dari pesatnya pemanfaatan teknologi, khususnya seperti hadirnya Google dan Youtube seseorang bisa belajar otodidak dan bisa membawa manfaat dan menjadi alat untuk menumbuhkan kesalehan milenial.

“Sebaliknya, kemajuan teknologi itu juga bisa menjadi sumber mudharat dan tergerusnya nilai-nilai baik-buruk, hal itu tergantung dari bagaimana masyarakat menyikapi dan memanfaatkan teknologi informasi tersebut,”ujar Munir.

Guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menilai, Muhammadiyah harus bisa menangkap perkembangan dan kebutuhan generasi millenial. Di era media sosial, Munir juga mengingatkan Muhammadiyah untuk sadar dengan perubahan. Tiap perubahan besar dalam industri membawa perubahan pola hidup dan perilaku manusia.

“Muhammadiyah harus terus melaju melampaui zamannya, bukan justru terasing dari kehidupan era kekinian,”ujar Munir.

Ditambahkan Munir, nilai-nilai keagamaan paham Muhammadiyah juga harus bisa tetap relevan dengan kehidupan modern.

“Ajaran agama dikontekstualisasikan sesuai perubahan zaman yang bergerak dengan tetap memegang teguh esensi pesan universalnya,”tutur Munir.

“Muhammadiyah harus bisa menyesuaikan diri dan harusnya selalu terdepan dalam setiap perubahan zaman. Hidup dalam dunia global, jangan sampai terasing dari kehidupannya yang terus bergerak maju,” imbuh Munir.

Guru besar emiritus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini juga mengingatkan, agar dalam berdakwah, para mubaligh Muhammadiyah perlu untuk luwes, terutama dalam dakwah di institusi pendidikan.

“Tujuan pendidikan Muhammadiyah bukan menjadikan orang menjadi kader. Tujuan umumnya adalah mendidik orang menjadi manusia baik. Dari jumlah besar manusia baik itu,” pungkas Munir. (adam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *