Minggu, 24 Juni 2018
Home/ Berita/ Kehadiran Muhammadiyah di India Diharapkan dapat Membawa Kesejahteraan Bagi Muslim India

Kehadiran Muhammadiyah di India Diharapkan dapat Membawa Kesejahteraan Bagi Muslim India

MUHAMMADIYAH.OR.ID, INDIA - Dalam rangka mengembangkan misi dakwah Muhammadiyah dan memperluas penyebaran konsep Islam berkemajuan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) India mengadakan sosialisasi Islam berkemajuan sekaligus buka bersama di kota Aligarh, Uttar Pradesh, India pada Ahad (20/5).

Dalam kesempatan itu Ketua PCIM India Brenny Novriansyah menyampaikan bahwa saat ini, puasa Ramadhan di India merupakan puncaknya musim panas. Selain durasi puasa yang hampir mencapai 16 jam ditambah dengan suhu panas hingga mencapai 45 C di siang hari dan di malam hari 37 C.

“Dibeberapa kota dan Negara bagian lain suhunya telah mencapai 49C lebih panas dari kota Aligarh. Hal ini tentunya menjadi tantangan terberat bagi kaum muslimin India yang menunaikan ibadah puasa,” ucap Brenny.

Suasana bulan Ramadhan di India tidak ada ubahnya dengan hari-hari biasa. Karena Muslim minoritas, sehingga toko makanan, pedagang buah-buahan dan jus, rumah makan, akan tetap buka seperti biasa.

Dalam kesempatan itu, Brenny turut mengenalkan organisasi Muhammadiyah kepada tamu yang hadir dalam acara tersebut. Mendengar penjelasan tentang Muhammadiyah yang tidak berpolitik, tidak bermazhab, tidak mengikuti aliran apapun dan murni bergerak dibidang sosial, para hadirin menyambut antusias kehadiran Muhammadiyah di India.

Brenny juga menyampaikan, sejak awal berdiri tanggal 20 April 2018, yang semula hanya beranggotakan 5 orang, saat ini PCIM India sudah beranggotakan 14 orang yang tersebar di tiga kota yaitu: Delhi, Aligarh di Negara bagian Uttar Pradesh dan Hyderabad di Negara bagian Karnataka.

“Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan berjalannya beberapa program kegiatan yang telah di musyawarahkan bersama. Mengingat India merupakan Negara dengan jumlah populasi muslim terbesar, meskipun minoritas hanya berjumlah kurang lebih 14% saja, yang tersebar di setiap Negara bagian India, maka kehadiran Muhammadiyah diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat India ke depan,” terang Brenny.

Selain itu, Brennya turut memaparkan program kerja PCIM India, diantaranya, mempromosikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui program beasiswa untuk pelajar India, diskusi terbuka tentang Islam berkemajuan, membuat lomba essay, mengeksplorasi keragaman budaya Islam di India untuk publikasi di Indonesia, menjembatani kerjasama PTM dengan Perguruan Tinggi di India, silaturahim dengan ulama India, penyaluran LazisMu untuk kaum dhalit dan kasta terendah, serta dakwah melalui media sosial untuk dikonsumsi masyarakat India.

“Tentunya karena PCIM India masih baru dengan anggota yang sedikit, maka masih sangat membutuhkan dukungan dari PCIM negara lainnya dalam menjalankan program dan dakwah di India.Apalagi muslim di India merupakan kaum minoritas yang sangat erat dengan illiterasi, kemiskinan, pengangguran, diskriminasi, dan juga ketidakadilan,” pungkas Brenny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *