Rabu, 17 Oktober 2018
Home/ Berita/ Mahasiswa UMS Gelar Pelatihan E-Marketing Jenang Kenep

Mahasiswa UMS Gelar Pelatihan E-Marketing Jenang Kenep

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAH.OR.ID — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta IUMS) menggelar Pelatihan Brand, Packaging Design dan e-Marketing untuk Pengrajin Jajanan Tradisional Jenang, di Desa Kenep, Sukoharjo. Pelatihan ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan diikuti aparat Kelurahan, Pokdarwis dan muda-mudi Desa Kenep.

“Kemenristekdikti mendanai sebesar Rp 8 juta. Untuk pendanaan tahun 2018,” jelas Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi UMS, Aflit Yuliapraswati, Selasa (22/5).

Tim mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak lima. Yakni Deni Liasiska (ketua), Nuri, Anida, Teguh dan Guntur. “Saya sebagai pembimbing kegiatan ini,” jelas Aflit

Aflit mengatakan, tim mahasiswa ini tidak berjalan sendiri, tetapi bekerjasama dengan Pemerintag Desa Kenep. Mereka memilih Desa Kenep karena merupakan salah satu desa wisata di kawasan Kabupaten Sukoharjo. Kerjasama meliputi Pokdarwis dan Karangtaruna. “E-Marketing memang membutuhkan sentuhan anak muda untuk pengembangan desa wisata,” ujarnya.

Lebih lanjut Aflit mengemukakan, jenang adalah makanan tradisional yang perlu dilestarikan agar tidak punah. Sebab beberapa jajanan tradisional memang sudah punah bahkan kadang hanya sebatas nama. Jenang merupakan jajanan tradisional perlu dikembangkan, karena memiliki potensi. “Dan anak-anak perlu mengenal jajanan Jenang,” ujarnya.

Kenapa dilakukan pelatihan e-Marketing dan packaging? Karena selama ini jenang yang ada hanya dikemas sebatas dibungkus memakai daun pisang dan pemasarannya hanya dalam lingkung Kabupaten Sukoharjo. Selama ini mereka belum memiliki gambaran tentang pengemasan, apalagi pemasaran keluar daerah atau pemasaran di took-toko modern seperti mall.

Kemasan itu memang perlu diperbaiki. Tidak saja, untuk menarik minat pembeli, tetapi juga daya tahan agar tidak basi. “Sehingga layak untuk dijadikan sebagai makanan oleh-oleh dan dipasarkan di toko-toko modern seperti mall,” ujar Ketua Tim Mahasiswa.(dzar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *