Minggu, 27 Mei 2018
Home/ Berita/ Mahasiswa Asal Netherland Teliti Energi Terbarukan di UMY

Mahasiswa Asal Netherland Teliti Energi Terbarukan di UMY

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  sejak tahun 2006 sudah menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) the Netherland. MoU yang telah diperbaharui pada tahun 2016 ini terdiri atas staff dan student mobility, riset bersama, joint conference, internship dan lainnya.

Seperti halnya Milou (24) mahasiswa TU/e yang juga akan segera menyelesaikan studi Master's Degree-nya, setelah melakukan internship program di Pusat Studi Pengembangan Energi Regional (PUSPER) UMY selama empat bulan. Akan tetapi, menurut Tony K Hariadi selaku dosen Teknik Elektro UMY, Milou bukanlah mahasiswa pertama dari Belanda yang melaksanakan internship di UMY. Sebelumnya telah ada mahasiswi dari TU/e dan dua mahasiswa dari Amsterdam University yang menyelesaikan studi dengan internship di UMY selama satu semester.

Henny Romijn, pembimbing Milou, merekomendasikan UMY sebagai tempat internship mahasiswanya. 

"Riset yang dilakukan Milou untuk studi S2 nya di TU/e adalah tentang renewable energy (energi terbarukan).  Henny mengirimkannya ke UMY karena UMY dianggap mampu untuk membimbing mahasiswanya tersebut, dan di UMY sendiri juga telah memiliki pusat studi energi terbarukan. Selain itu sang profesor juga sudah sejak lama  menjalin kerjasama riset dan penulisan artikel dengan dosen UMY," jelas Tony saat ditemui pada Rabu (25/4).

Internship Milou di Indonesia, menurut Tony juga dilakukan dalam rangka final project untuk menyelesaikan studi Master Degree yang ia tempuh. Dalam menyelesaikan risetnya tersebut, tiga dosen UMY juga turut membimbingnya, yakni Tony K Hariadi (dosen Teknik Elektro), Sri Atmaja P. Rosyidi, (dosen Teknik Sipil) dan Lilies Setiartiti, (dosen Ilmu Ekonomi).

Ditemui dalam waktu terpisah, Milou mengungkapkan bahwa riset yang sedang ia jalani bertujuan untuk melihat seberapa besar efek dari kebijakan pemerintah mempengaruhi pemerataan aliran listrik di Indonesia.

“Riset yang saya lakukan berfokus pada kebijakan pemerintah Indonesia dalam hal penyaluran listrik ke desa-desa terpencil dan area yang membutuhkan. Saya ingin melihat bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia mempengaruhi operasional dan pemeliharaan listrik,” ungkap Milou.

Melalui riset yang dilakukannya tersebut, Milou berharap hasil risetnya dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara umum, dan pemerintah Indonesia khususnya.

“Saya harap hasil riset yang saya lakukan nantinya ini bisa mengubah cara pandang kebijakan dan aturan elektrifikasi di Indonesia menuju sistem yang lebih baik. Sehingga bisa membuat masyarakat yang tadinya tidak mendapatkan aliran listrik akan memiliki aliran listrik yang lebih baik di masa depan,” paparnya. (pras/BHP UMY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *