Senin, 17 Desember 2018
Home/ Berita/ Siswa SD Muhammadiyah di Kebumen Mampu Merakit Robot dan Roket Air

Siswa SD Muhammadiyah di Kebumen Mampu Merakit Robot dan Roket Air

KEBUMEN, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Merakit robot sudah hal lazim bagi siswa sekolah menengah pertama, bahkan telah dikonteskan untuk mahasiswa. Akan tetapi, bagi siswa di Kebumen merakit robot dan roket air merupakan hal lumrah sebagai mata pelajaran ekstrakurikuler. Bagi mereka, merakit robot dan roket air adalah kegiatan mengasyikkan dan bermanfaat.

Seperti halnya siswa SD Muhammadiyah Kebumen yang mampu merakit robot line follower dan line tracer. Tanpa dikendalikan, robot dapat berjalan mengikuti garis yang ada di permukaan. Robot ini merupakan jenis robot yang biasa dikonteskan dalam tingkatan mahasiswa. Namun siapa sangka, dengan keinginan yang kuat akhirnya siswa sekolah dasar mamu merakit robot tersebut.

Bagaikan mengikuti kontes robotik, para siswa terlihat antusias dan serius dalam merakit hingga mencoba robot. Berbekal botol air bekas dan paralon dan alat soldier, mereka tampak cekatan dalam merakit robot tersebut. Tidak perlu waktu lama, para siswa dapat merakit robot tersebut hanya dalam waktu satu jam.

Ketika semua bahan dan perlengkapan sudah berhasil dirakit, robot maupun roket air langsung dicoba. Kendati hanya terbuat dari botol plastik bekas, namun roket air dapat melesat bak roket sungguhan dengan mengeluarkan semprotan air bagai asap pada bagian bawahnya. Di bawah bimbingan guru Samsunahar, siswa kelas robotik tersebut telah sejak setahun lalu belajar merakit robot dan roket air.

“Bangga dan senang kalau robot dan roket air dapat dioperasikan,” ungkap Muhammad Alif Fajar, salah satu siswa kelas robotik, Ahad (8/4).

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Kebumen Miskun mengungkapkan, kelas robotik selain mengembangkan bakat anak juga sekaligus mengasah inovasi dan kreativitas anak dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan itu diyakini menjadi salah satu hal yang mengasyikkan dan menarik.

“Diharapkan siswa dapat membuat sendiri mainan mudah dan murah serta tidak tertinggal ilmu teknologi. Siswa juga diharapkan semakin menyukai bidang sains dan teknologi,” tuturnya.(dzar)

 

Sumber: Lukman Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *