Rabu, 19 September 2018
Home/ Berita/ Komisioner KPU Dorong Kader AMM Ambil Peran di Tahun Politik

Komisioner KPU Dorong Kader AMM Ambil Peran di Tahun Politik

MUHAMMADIYAH.OR.ID., BANDUNG – Menyongsong tahun politik pada dua tahun ini (2018 – 2019) diharapkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) memiliki peran dalam perhelatan pesta akbar tersebut. AMM harus menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengisi pos-pos strategis, seperti kursi legislatif, pengawas, KPU, dll. Ketercapaian target tersebut membutuhkan pemetaan kader Muhammadiyah untuk menduduki kursi-kursi sesuai kapasitasnya.

“Menyogsong tahun politik ini Pemuda Muhammadiyah dan Ortom lainnya harus memiliki peta yang jelas, semua harus terdistribusikan dengan baik untuk mengisi pos-pos strategis, seperti bawaslu, KPU, panwas, dan legislatif, sehingga ada kontribusi dari AMM untuk berada dalam pesta demokrasi ini,” terang Sekretaris Timsel Panwaslu Wilayah I sekaligus Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Yusfritiadi, dalam acara Konsolidasi Kader Dakwah Kebangsaan Jawa Barat yang di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Rabu (21/03).

Yusfritiadi juga mengatakan bahwa AMM harus punya peta politik yang jelas, tidak boleh ada pos yang kosong ataupun pos yang overload kader. “Kalo bisa jangan sampai banyak kader AMM masuk ke legislatif semua, sebaiknya pos itu di bagi, ada yang masuk menjadi pengawas dan KPU sehingga peta sebaran kader Muhammadiyah itu jelas,” terangnya.

Kader Muhammadiyah, lanjut Yusfritiadi, harus membuat peta sebaran kader dan melakukan pendataan kompetensi kader untuk di tempatkan pada pos yang sesuai dengan kemampuan.

“Kader potensial itu di distribusikan dengan pemetaan, yang cocok sebagai komisioner, bawaslu, politik, silakan masuk dan daftar saja,” jelas Yusfritiadi.

Yusfritiadi juga memberikan saran bahwa perpolitikan di Indonesia ini bersifat continue atau terus menerus, sehingga perlu persiapan dengan baik. “Respon politik ini continue, jadi kader Muhammadiyah harus menyiapkannya dengan baik jauh-jauh hari, sehingga punya kontribusi nyata bagi bangsa ini,” tutup Yusfritiadi.

Selain itu, Komisioner KPU RI, Pramono U Tantowi, juga mendorong kader AMM untuk memiliki peran dalam tahun politik ini.

“Kalo ingin maju dalam kancah politik ini, sebaiknya belajar secara terus menerus, itu salah satu bekal sukses dalam pengisi pos-pos strategis,” terang Pramono.

Pramono juga mengutip pernyataan dari Din Syamsuddin terkait syarat menjadi politisi. “Kata Pak Din, syarat menjadi politisi itu ada 3, yaitu: memiliki minat untuk menjadi politisi,  tidak hanya minat saja tapi harus punya bakat, dan yang paling penting adalah semangat,” terangnya.

Pada akhir sesi, Pramono memberikan saran agar cara pandang politik Muhammadiyah dapat terbuka dan membawa nilai-nilai ke dalam perpolitikan.

“Cara pandang politik Muhammadiyah harus terbuka dan nantinya harus juga mewarnai serta membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam kencah perpolitikan. Sesuai keputusan Muktamar di Makassar bahwa Muhammadiyah memandang politik itu sebagai muamalah duniawiyah dan bagian dari dakwah,” tutup Tantowi.

Acara Konsolidasi Kader Dakwah Kebangsaan Jawa Barat ini di hadiri oleh PWM, PWA, PWPM, PWNA, IMM, IPM, dan semua unsur ortom Muhammadiyah di Jawa Barat.

Kontributor: Nur Wachid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *