Sabtu, 22 September 2018
Home/ Berita/ Anak Seorang Petani Ini Berhasil Raih Gelar Profesor dari UM Purwokerto

Anak Seorang Petani Ini Berhasil Raih Gelar Profesor dari UM Purwokerto

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOKERTO - Menjadi anak seorang petani, tak menghalangi untuk menggapai cita-cita. Hal ini telah dibuktikan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu  Pendidikan Sejarah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Tanto Sukardi yang telah berhasil meraih gelar guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Sejarah dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Rabu (14/3).

Pria kelahiranDesa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, 25 Oktober 1954 ini merupakan putra keempat dari enam bersaudara pasangan keluarga pedesaan Almarhum Bapak Atmo Sumarto dan Almarhumah Ibu Kemen yang selalu setia menekuni pencahariannya sebagai petani.

Riwayat pendidikan Tanto diawali dengan masuk Sekolah Rakyat(SR) Negeri Pedasong. Kemudian melanjutkan di Sekolah Teknik Negeri II (STN II)Cilacap, yang berhasil  diselesaikannya pada  tahun 1968.

Perjalan pendidikannya tidak berjalan begitu mulus, setelah selesai pendidikan di MAN Cilacap, Tanto sempat tidak melanjutkan pendidikannya mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk.

“Karena kondisi waktu itu terpuruk, maka kegiatan pendidikan dipending dulu sampai situasinya memungkinkan Setelah mengalami masa vakum selama dua  tahun, pendidikan saya mulai kembali pada tahun 1973 dengan masuk pada Jurusan Pendidikan Sejarah FKIS IKIP Yogyakarta,” katanya.

Pada tahun 1976 Tanto berhasil menyelesaikan program Sarjana Muda, dan dirampungkan pada  pada akhir tahun 1979.

Sempat Menjadi Guru Honorer

Di sela-sela menyelesaikan studi tingkat Sarjana (1976-1979), Tanto sempat menjadi guru honorer di MAN Yogyakarta 1, dengan tugas sebagai guru sejarahdan PSPB.Kemudian pengalamannya diperluas lagi dengan menjadi guru sejarah dan PSPB di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta setelah lulus sarjana.

Dari pengalaman kerja sebagai guru sejarah dan PSPB, Tanto mengaktu bisa memberi wawasan dan pengalaman yang sangat berharga yang mendasari karir sebagai pengajar sejarah pada masa itu.

Belum berhenti sampai disitu, pada akhir tahun 1980, Tanto mengadu nasib dengan mengikuti tes sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan berhasil lulus dan diangkat sebagai dosen pada Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mulai saat itu, ia ditugaskan sebagai dosen yang dipekerjakan (DPK) pada IKIP PGRI Yogyakarta,  Jurusan Pendidikan Sejarah (1980-1989). Tugas sebagai dosen Kopertis Wilayah V Yogyakarta  itu dilaksanakan sampai dengan tahun 1989.

Sementara, mulai tahun 1990 pindah tugas sebagai dosen Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dan memperkuat jajaran tenaga pengajar pada Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS IKIP Muhammadiyah Purwokerto, yang sejak tahun 1995 dikembangkan menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Perpindahan itu dimaksudkan agar dapat merawat kedua orang tua yang sudah lanjut usia. Di samping dapat mengabdikan diri pada lembaga pendidikan yang Islami.

Kemudian pada tahun 1992 mengikuti program pendidikan Magister (S-2) pada Jurusan Humaniora Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada, atas sponsor dan biaya dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (waktu itu masih IKIP).

Pendidikan Magister Ilmu Sejarah tersebut dapat diselesaikannya pada tahun 1995. Sejak saat itu Tanto kembali bertugas sebagai dosen pada Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UMP sampai sekarang.

Terhitungsejak Tahun Akademik  2003/2004 melaksanakan tugas belajar pada jenjang pendidikan  S-3 pada  Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Selama pengabdiannya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto Tanto telah berkesempatan menduduki jabatan struktural, yakni sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah periode 1990-1994, Pembentu Dekan I FKIP periode 1997-2000, Dekan FKIP pada periode 2001-2003, Sebagai Direktur Pascasarjana periode 2009-2013.

Selama melaksanakan tugasnya sebagai dosen, ia aktif melaksanakan kegiatan ilmiah, baik berupa kegiatan penelitian, seminar, maupun penulisan artikel.

Sumber: Humas UMP

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *