Kamis, 21 Juni 2018
Home/ Berita/ Usman Yatim, Penggagas Sekolah Jurnalis Muhammadiyah Meninggal Dunia

Usman Yatim, Penggagas Sekolah Jurnalis Muhammadiyah Meninggal Dunia

Innalillahi wainnailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah Dr H Usman Yatim, MPd, Wakil Ketua yang Membidangi Penguatan Jurnalistik Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada usia 60 tahun.
 
Almarhum berpulang ke rahmatullah pada Sabtu 10 Maret 2018 pukul 14.00 WIB.
 
Kiprah Usman Yatim
Usman Yatim lahir di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, 7 Juli 1958. Kedua orangtuanya berasal dari nagari Saniangbaka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ibunya bernama Barinam, suku Sikumbang. Ayahnya, Muhammad Yatim, suku Sumpadang. Saat ini, selain menjadi dosen Fikom UPDM (B) Jakarta, Usman sehari-hari adalah Pemimpin Redaksi Suratkabar MADINA, dan Ketua Departemen Wartawan Kesra, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat.
 
Usman mengawali karirnya di dunia jurnalistik pada tahun 1982, ketika diterima sebagai wartawan Suara Karya, selepas menyelesaikan pendidikannya di IKIP Negeri Jakarta. 
 
Sebagai seorang wartawan, Usman Yatim aktif dalam organisasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Almarhum menjadi anggota PWI sejak baru bekerja di Suara Karya, kemudian aktif di tingkat koordinatoriat, baik di Departemen Penerangan, Departemen Agama, dan BP-7 Pusat.
 
Ketika ikut meliput di Kantor Walikota Jakarta Selatan, 1991-1994, dia dipercaya menjadi Ketua Koordinatoriat. Lantas aktif di tingkat PWI Jaya, pada seksi perkotaan, dan selanjutnya (2003-2008 ) menjabat Ketua Departemen Wartawan Kesra PWI Pusat dan berlanjut pada posisi sama untuk periode 2008-2013.
 
Sedangkan keterlibatannya sebagai anggota Komisi Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (2005-2010), selain karena profesi wartawan juga karena dia lama bertugas meliput di Departemen Agama.
 
Selain itu,  almarhum juga merupakan penggagas sekolah jurnalistik di MPI PP Muhammadiyah. Almarhum turut aktif sebagai perintis TV Muhammadiyah, khususnya dalam hal program siaran.
 
Almarhum dinilai cukup aktif mendorong agar para awak jurnalis di Muhammadiyah agar bisa melakukan sertifikasi kewartawanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *