cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Jum'at, 02 Jun 2012 | 15:51 WIB |
Dibaca: 1072

Dirjen Dikdas Kemendikbud Sidak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Nilai UN dan Nilai Sekolah Haru

Surakarta - Kendati pembobotan nilai Ujian Nasional terhadap nilai akhir yang menentukan kelulusan siswa sebesar 60%, namun kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah. Persoalannya, muncul kecenderungan, nilai sekolah tidak berkorelasi dengan nilai UN.


“Itu menunjukkan bahwa masih ada upaya untuk mengejar target kelulusan,” kata Prof. Suyanto, Ph.D., Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, disela inspeksi mendadak di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Senin (7/5). 


Mestinya, lanjut Suyanto, sekolah mengutamakan peningkatan kualitas. “Indikator kualitas, kalau nilai ujian sekolah berkorelasi tinggi dengan nilai UN,” jelasnya. Tak jarang ditemui seorang siswa mendapat nilai 8 di sekolah namun nilai UN-nya hanya 5. “Itu artinya cara menilai sekolah berbeda dengan cara menilai UN,” ungkapnya.  


Kelulusan siswa ditentukan sekolah guna memenuhi program wajib belajar. “Tapi wajib belajar filosofinya tidak harus lulus,” tegas Suyanto seraya menyayangkan hal sebaliknya yang dimaknai masyarakat.  


Suyanto menegaskan, jika sekolah ingin meningkatkan kualitasnya, harus berani mencantumkan nilai kelulusan yang tinggi. “Semakin berani mencantumkan nilai yang baik merefleksikan betapa baiknya proses belajar mengajar di sekolah itu,” kata Suyanto. (Fakhrudin/dikdas Solo)


Tags: SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Berita

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

0 Komentar


Beri Komentar


iklan

Berita Terpopular

Jakarta - Kementerian Agama harus tetap ada dan namanya jangan diubah. Ini bagian dari sejarah ba ... selengkapnya
Yogyakarta- Panitia Pusat dan Wilayah Muktamar Muhammadiyah ke Empat Puluh Tujuh di Makassar bert ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Para Begawan tidak bisa berumah di atas angin, lebih-lebih tenggelam dibawah atap kantornya sendiri, tanpa melibatkan diri dalam agenda-agenda pemikiran dan aksi pencerahan bangsa
[HM. Haedar Nashir]
iklan