Minggu, 25 Februari 2018
Home/ Berita/ Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Adakan Penyuluhan dan Vaksin untuk Cegah Difteri

Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Adakan Penyuluhan dan Vaksin untuk Cegah Difteri

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN - Penyebaran bakteri Corynebacterium Diphtheriae,  atau yang lebih dikenal di masyarakat sebagai difteri dikhawatirkan mewabah dan menyerang masyarakat,  terutama di wilayah pesantren.  Kekhawatiran itu beralasan sebab penyebaran bakteri ini begitu mudah dan bisa menyerang siapa saja. 

Hal itulah yang membuat Pengurus Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan mengadakan penyuluhan sekaligus pemberian vaksin untuk mencegah kejadian difteri di lingkungan pesantren. 

Acara yang dilaksanakan pada,  Rabu (7/2) ini diselenggarakan atas kerjasama Promkes Puskesmas Lamongan,  MPKU PCM Lamongan, Divisi Kesehatan Al Mizan dan juga MTs M 15 Lamongan dan MAM 09 Lamongan. Penyuluhan ini berlangsung di Masjid Al Ghaihab dan diikuti sekitar 500 peserta. 

Dalam materinya,  Malik,  perwakilan dari Promkes Puskesmas Lamongan mengatakan bahwa ada beberapa kejadian difteri di Lamongan dan dikhawatirkan mewabah. "Kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menanggulangi ini salah satunya adalah melalui penyuluhan penyuluhan ke lembaga pendidikan, termasuk Al Mizan," ungkapnya.  

Malik menjelaskan bahwa difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

"Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak, "paparnya.

Malik menambah kan bahwa ada sejumlah cara penularan difteri.  “Diantaranya, teehirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk. Kemudian sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita, "tambahnya

Sementara itu,  Sukowadi,  MPKU PCM Lamongan mengungkapkan bahwa acara ini akan berlangsung setiap bulan dengan materi penyuluhan berbeda. (Syifa)

Kontributor : Irvan Shaifullah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *