Senin, 22 Januari 2018
Home/ Berita/ Empat Panti Asuhan Muhammadiyah Raih Akreditasi A

Empat Panti Asuhan Muhammadiyah Raih Akreditasi A

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KULONPROGO - Empat panti asuhan atau Lembaga Kesejateraan Sosial Anak (LKSA) milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo berhasil meraih akreditasi “A” (Sangat Baik) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Keempat panti tersebut yakni  Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Wates, PAM Nanggulan, PAM Tuksono dan PAM Daarusubusi.

Kepastian itu didapat setelah Dinas Sosial DIY mengadakan acara penyerahan sertifikat akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) pada Senin (8/1) bertempat di Aula Timur Dinas Sosial Provinsi DIY. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi kepada para pengurus panti.

Fatimah pengurus PAM Nanggulan, memaparkan bahwa untuk medapatkan akreditasi A tidaklah mudah dan perlu keterlibatan berbagai pihak.

“Tercapainya akreditasi A menjadi salah satu bentuk kontribusi dan tanggungjawab kami kepada masyarakat. Berbagai tahap dan proses yang panjang telah kami lalui, mulai dari mengisi borang dan klelengkapan administrasi Lembaga, pendafatran ke Badan Akreditasi Nasional (BAN), pendampingan akreditasi, visitasi asesor Auditor. Sampai pada penyerahan piagam akreditasi yang diselenggarakan hari ini setelah menunggu selama 3 bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ridwan Furqoni mengatakan bahwa raihan akreditasi A ke empat panti Muhammadiyah di Kulonprogo merupakan hal yang membanggakan dan patut disyukuri.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kabar menggembirakan ini. Semoga keberhasilan 4 Panti Asuhan Muhammadiyah ini bisa menjadi pemacu semangat bagi panti asuhan Muhammadiyah yang lain,” ucapnya.

Ridwan berharap kepada Panti yang sudah berhasil meraih akreditasi A diharapkan bisa mempertahankan prestasi ini dan bisa meningkatkan lagi kualitas pengasuhan dan lembaganya.

“Muhammadiyah sudah punya tagline sebagai gerakan berkemajuan, maka panti-panti  Asuhan Muhamadiyah ke depan harus mampu berada di depan menjadi pelopor sebagai pusat pelayanan family centre dan community centre,” pungkasnya.

Sumber: Evan/MPS

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *