Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Hadapi Tantangan Dakwah yang Kompleks, Muhammadiyah Sumbar Gelar Pelatihan Imam dan Khatib

Hadapi Tantangan Dakwah yang Kompleks, Muhammadiyah Sumbar Gelar Pelatihan Imam dan Khatib

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PADANG – Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) bekerjasama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Training Khatib dan Imam XVIII di Aula Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, Kegiatan ini diikuti 100 dai dari ortom dan lembaga PWM Sumbar. Acara ini digelar pada tanggal 27 hingga 31 Desember  2017.

Dalam sambutannya, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kebutuhan imam dan khatib di Kota Padang masih sangat tinggi. Apalagi kalau berbicara satu orang imam atau satu orang ulama membina sekian puluh orang ataupun sekian ratus orang.

"Ketika masyarakat ingin mendapatkan suatu jawaban pencarahan atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi, maka ada tempat untuk bertanya. disitulah peran ulama, dai, khatib dan imam," tutur Mahyeldi saat membuka Training Khatib dan Imam ke XVIII yang dilaksanakan oleh Yayasan Muslim Asia di Aula Asrama Haji Padang, Rabu (27/12).

Mahyeldi menjelaskan, untuk menghadirkan imam dan khatib perlu persiapan dan pelatihan semaksimal mungkin. Selain berperan memberikan tausiyah dan fatwa, imam dan khatib juga harus mampu memberikan jawaban atas pertanyaan masyarakat tentang ibadah dan agama.

Ketua Majelis Tabligh PWM Sumbar Abdus Salam didampingi Sekretaris Syamsurizal mengatakan Pelatihan tersebut untuk memantapkan peran para khatib sebagai aktivis dakwah Muhammadiyah amal maruf nahi mungkar. 

“Pelatihan bagi khatib dan imam sangat bermanfaat. Mengingat peran dan kedudukan keduanya demi umat dan perserikatan,” ujarnya.

Menurutnya, khatib dan imam selalu berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai persoalan yang terkait pembinaan umat. Terlebih di tengah kemunculan berbagai fenomena LGBT yang marak saat sekarang ini.

“Tugas dan tanggung jawab para khatib dan imam masjid dalam menangani berbagai isu agar dapat diselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Ia juga menilai pendidikan dan pembinaan umat melalui khutbah dan ceramah adalah satu di antara aksi penting untuk meningkatkan wawasan Islam dan kemuhammadiyahan. 

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sumbar Solsafad mengungkapkan Hendaklah para dai Muhammadiyah perkaya ilmu, sesama dai saling membesarkan, "Saya berharap dengan acara ini muncul abdul somad baru dakwah perlu digital. Ajaklah umat kepada Allah," harapnya. 

"Kita sudah lama bermitra bersama AMCF dalam menyiapkan dai profesional salahsatunya dengan adanya Mahaf Zubair bin Awwam, kedepan AMCF akan membantu pembangunan asrama bagi mahasiswa Mahad Zubair bin Awwam, selain itu misi dakwah Muhammadiyah dan AMCF dakwah ke daerah terluar Sumbar dan juga menyiapkan kapal kemanusiaan,” ungkapnya.

Solsafad juga mengingatkan seluruh peserta dapat menjadi khatib yang cerdas, mampu menguasai keilmuan, dan berwawasan luas agar apa yang disampaikan ke masyarakat lebih jelas dan sesuai dengan tingkatan masyarakat."Saya berpesan agar para khatib dapat menyampaikan hal-hal yang positif agar masyarakat tidak mudah terprovokasi," kata solsafad. (Syifa)

 Sumber : Nurrahmad 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *