Senin, 18 Desember 2017
Home/ Berita/ Perempuan Muda Harus Turut Andil Berantas Hoax

Perempuan Muda Harus Turut Andil Berantas Hoax

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA  - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan kegiatan workshop "Say No to Hoax: Gerakan Perempuan Muda Anti-Hoax" pada Kamis (16/11).

Rosi Siti Rahmawatisalah satu pemateri menyampaikan bahwa di dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa kita sebagai ummat islam wajib bersikap tabayyun, dan menimbang setiap informasi dan peristiwa jika menerima berita yang belum jelas dan cenderung menyesatkan.

“Terlebih jika berita tersebut datang dari orang-otang fasiq dan munafik, sebagaimana telah Allah SWT tegaskan dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 6,” jelas Rosi.

Kembali dipaparkan Rosi, ketika menerima sebuah berita yang instant, secara psikologis seseorang akan dengan mudah percaya dan cenderung mengiyakan. “Pesan hoax seringkali tidak memiliki penulis yang jelas, anonimus. Sehingga orang yang akan menshare kembali tidak akan merasa bersalah dan tidak mesti bertanggung jawab karena berita itu juga di share dari tetangga/grup sebelah,” ungkap Rosi.

Selain itu, analisis kerja otak yang pada prinsip nya lebih mudah mencerna berita dan informasi yang tidak terlalu rumit dan instant. Sehingga upaya mencari pembenaran pun menurunkan tingkat dopamin dan kesenangan.

Sementara Detti Febrina menjelaskan bahwa capaian sempurna menuju literasi digital seperti hamparan jalan nan berliku. “Sikap kita setiap kali menerima berita haruslah mempertanyakan dan mencari tahu seberapa reliable berita tersebut, tidak malas melakukan check and re-check, meng amunisi diri dengan berbagai pengetahun dan informasi, menggali dan mengeksplorasi pengetahuan tersebut dengan upaya read laterally dan tidak sebatas literasi media biasa,” ujar Detti.

Debby Affianty Lubis menekankan kembali bahwasanya hoax merupakan fenomena global, memiliki muatan miss leading information dan mengandung unsur kesengajaan purposefully, dan presented untruth as the ultimate truth.

Debby merefleksikan kembali sebuah keyakinan tentang betapa pentingnya perempuan menjadi agen perubahan, karena Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda bahwa dengan mendidik satu perempuan sama halnya dengan mendidik suatu bangsa.

Debby juga meyakinkan bahwa  girls and young women mampu menjadi agent of change yang sangat signifikan dan juga mampu melakukan perubahan dan mengawal peradaban suatu bangsa.

Sumber: Rsr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *