Sabtu, 18 November 2017
Home/ Berita/ Haedar: Muhammadiyah itu Merintis, Bukan Meminta

Haedar: Muhammadiyah itu Merintis, Bukan Meminta

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Pencapaian adalah buah hasil dari perjuangan. Tiap tercapainya sebuah cita-cita, sudah sepatutnya untuk dijadikan ladang peningkatan rasa syukur. Rasa syukur harus dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk untuk memacu diri agar semakin unggul, berkualitas dan berkemajuan.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Selasa (14/11) ketika menghadiri Pengajian Syukuran Akreditasi “A” Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu mengatakan bahwa kita harus selalu mengucap syukur atas semua yang telah diperoleh.

“Kita bersyukur atas limpahan prestasi ini. Prestasi ini adalah wasilah Muhammadiyah yang diharuskan menjadi institusi mencerdaskan dan membina karakter mahasiswanya, lalu ke depannya kita harus tingkatkan kualitas agar ada banyak peran yang bisa mengglobal,” ujar Haedar saat mengisi pengajian syukuran Akreditasi UAD di Masjid Islamic Center UAD.

Kemudian Haedar mengatakan bahwa dalam memaknai kesyukuran, ada beberapa hal yang harus jadi catatan yakni komitmen, profesionalitas dan integritas. “Kita harus memperkuat komitmen dalam apapun untuk menjaga Muhammadiyah dan yang ada di dalamnya, salah satunya AUM pendidikan seperti UAD ini,” ungkapnya.

Saat ini, Muhammadiyah memiliki lima PTM yang sudah terakreditasi “A”. Menurut Haedar, hal tersebut adalah bukti bahwa Muhammadiyah memang menaruh fokus dan perhatian pada sektor pendidikan tinggi. Muhammadiyah telah membuktikan dan menunjukkan peran sertanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ini adalah bukti, sebuah perjuangan kita dalam pendidikan tingi yang terus berkembang dan maju. Ini adalah bukti bahwa Muhammadiyah itu merintis, bukan meminta. Kita merintis perguruan tinggi dari nol hingga beberapa ada yang besar sampai sekarang,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Haedar berharap agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah bisa terus maju berkompetisi, dan melahirkan generasi yang mampu mengabdi untuk Muhammadiyah, serta menjadi unsur pembentuk pusat-pusat keunggulan.

“Saatnya PTM melahirkan generasi yang mampu menyumbang pikiran strategis. Sesuai dengan Muhammadiyah saat ini yakni mengusung tema Indonesia berkemajuan dengan fokus pada pusat pusat keunggulan,” ucapnya. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *