Sabtu, 18 November 2017
Home/ Berita/ Dahnil: Semangat Identitas Muhammadiyah yaitu Gerakan Keislaman Bukan 'Pengharaman'

Dahnil: Semangat Identitas Muhammadiyah yaitu Gerakan Keislaman Bukan 'Pengharaman'

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan semangat identitas merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap individu.

"Semangat identitas menjadi dasar bagi banyak pembangunan yang terjadi di Indonesia. Seperti semangat identitas yang dimiliki oleh pemuda di daerah-daerah nusantara saat itu yang menghasilkan Sumpah pemuda, hal yang sama juga terjadi pada Budi Utomo. Merdekanya Indonesia juga didasarkan pada semangat identitas negara. Muhammadiyah juga tak lepas dari semangat identitas, yaitu identitas keislaman," ungkap Dahnil, saat memberikan tausyiah dalam acara kajian Sabtu pagi di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY pada Sabtu (21/10). 

Namun lanjut Dahnil yang terjadi di negara kita saat ini malah ada semacam indikasi 'pengharaman' semangat identitas tertentu yang dikatakan sebagai salah satu cara menghindari konflik.

Padahal hal ini bisa saja dihindari tanpa perlu melakukan 'pengharaman', yaitu dengan berdialog yang diistilahkan oleh Bung Hatta dengan Nalar Ilmiah. Yang artinya ialah berdialog untuk menemukan sebuah mutual  respect dan juga pengertian antara satu dengan yang lainnya.

“Karena itu dakwah yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan adalah melalui pendidikan dan juga kesehatan, karena ia sadar itu merupakan cara yang paling dekat dengan masyarakat untuk memberikan pengertian tentang saling menghormati dan mengerti," papar Dahnil.

Dahnil menyebutkan bahwa nama dan dasar negara juga merupakan hasil dari berdialog. "Saat ini banyak sekali narasi yang memberikan stigma negatif terhadap simbol identitas. Misal ketika anda menampakkan identitas Islam, anda kemudian dikelompokkan sebagai radikal. Untuk meluruskan hal ini kita harus melakukan dialog antar identitas. Bahkan nama Indonesia dan juga dasarnya yaitu Pancasila merupakan produk hasil dari berdialog, untuk itu kita harus terbiasa dan mau diajak berdialog," jelasnya.

Semangat identitas keislaman ini kemudian berkaitan dengan konsep Berkemajuan yang dimiliki Muhammadiyah. Islam berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah memiliki tiga ciri; Tauhidnya murni, dengan ini seseorang akan merdeka dari penghambaan kepada dunia dan hanya bergantung pada Allah; Ahlak yang baik, karena inti dari ajaran Islam adalah perilaku yang baik kepada diri sendiri, orang lain dan juga pada Sang Pencipta; lalu yang terakhir adalah Eksistensi ilmu pengetahuan, karena warisan dari Islam bukanlah monumen yang menjulang dan megah, melainkan ilmu yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

“Kita bisa dengan jelas melihat bahwa semangat identitas yang kita miliki bukan mengarah pada radikalisme yang negatif, melainkan pada pembangunan yang berkemajuan," tutup Dahnil. (raditia/BHP UMY)

Sumber Foto: Pemuda Muhammadiyah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *