Sabtu, 18 November 2017
Home/ Berita/ SMP Muhammadiyah Kottabarat Berikan Pemahaman Perilaku Bullying Bagi Siswa

SMP Muhammadiyah Kottabarat Berikan Pemahaman Perilaku Bullying Bagi Siswa

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta gelar Seminar Parenting bertajuk ‘Be a Buddy Not a Bully’ pada Sabtu (14/10) bertempat di Ball Room Sidoluhur Hotel Aston Solo.

Disampaikan Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Aryanto acara ini terselenggara berkat kerja sama antara sekolah dengan Paguyuban Orang Tua Siswa. Aryanto juga menyampaikan, acara ini memiliki tujuan untuk memberikan pengertian, pengarahan, dan ajakan kepada para siswa dari perilaku bullying.

“Seminar ini penting bagi siswa karena dalam seminar yang bertema ‘Be a Buddy Not a Bully,’ para siswa diajak berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang bullying yang dapat terjadi dalam keseharian. Mereka juga diajak membangun kerangka berpikir positif dalam pergaulan bersama teman, saudara, dan masyarakat,” ungkap Aryanto

Aryanto juga menuturkan, acara ini diikuti oleh enam puluh siswa kelas 8, dengan materi acara berupa permainan seru yang mengandung motivasi, hipnotherapi, membaca surat bersama orang tua, membuat poster sebagai kesepakatan bersama untuk stop bullying serta diskusi dan sharing pengalaman.

“Para siswa yang hadir juga  diajak untuk membuat aturan kelas, diantaranya work as a team, be responsible, listen to other, be respectful to everyone, be kind of helpfull, and do your  best. Setelah itu, kegiatan siswa disusul dengan membuat poster secara kelompok bertema Stop Bully,” ujarnya.

Aryanto menambahkan, acara ini dipandu oleh Pemateri yang relevan, diantaranya Rully Mujahid NF (Mind Architect), Ira Savira dan Adhe Zamzam Prasasti.sebagai sosok Re Frame Positive Jakarta.

Pembicara acara Rully Mujahid memaparkan bahwa peristiwa bully dapat terjadi di sekolah dan di luar sekolah dengan kisaran angka dalam prsentase, baik dari jumlah korban dan pelaku yang cukup banyak.

Bullying merupakan perilaku agresif, negatif, yang tidak diinginkan dan terjadi berulang ulang,” ungkap Rully.

Rully menjelaskan bahwa perilaku memukul, mendorong, menampar, dan sebagainya termasuk bully fisik. Sementara bully sosial seperti mengadu domba, menyebar gosip negatif. Sedangkan bully verbal seperti memanggil orang dengan panggilan buruk. Bahkan ada pula cyber bullying seperti membuat status negatif seperti menfitnah, dan lain-lain.

“Akibatnya banyak murid membolos dan pindah sekolah untuk menghindari perilaku bully.” tutup Rully. (dila)

Sumber: Aryanto

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *