Senin, 20 November 2017
Home/ Berita/ Tekan Jumlah Pengangguran di Tingkat Sekolah Kejuruan, SMK Muhammadiyah Kutowinangun Gagas Program TEFA

Tekan Jumlah Pengangguran di Tingkat Sekolah Kejuruan, SMK Muhammadiyah Kutowinangun Gagas Program TEFA

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KEBUMEN-- Saat ini pendidikan kejuruan sedang dihadapkan pada permasalahan yang serius yaitu belum terserapnya secara optimal lulusan SMK oleh dunia usaha dan dunia industri.

Terlebih dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa lulusan SMK menyumbang pengangguran paling tinggi. Oleh karena itu,Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kutowinangun pada Selasa (10/11) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) melakukan pendampingan dan sosialisasi Teaching Factory (TEFA).

Ketua pelaksana TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun Imam Mujahid mengatakan pelaksanaan program TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan perpaduan dari pada konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan berbasis bisnis (barang dan jasa).

Yakni dengan tujuan untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan berjiwa entepreneurship.

“Program yang kami terapkan merupakan perpaduan konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan bisnis, kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan sekolah. Barang dan jasa yang dihasilkan pun memiliki kualitas sehingga layak dijual dan diterima oleh masyarakat,” ujar Imam.

Tim Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Turijin mengatakan program Teaching Factory (TEFA) merupakan pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis, yakni metode pembelajaran khusus untuk menciptakan lulusan berkompeten dan siap kerja. Turijin menilai bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun mampu menjadi sekolah percontohan karena telah melaksanakan program TEFA.

“SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK yang sudah menerapkan program TEFA dan bisa menjadi percontohan. Kami Direktorat PSMK akan selalu melakukan pendampingan sehingga SMK Muhammadiyah Kutowinangun bisa menjadi contoh SMK yang mengembangkan program TEFA sesuai harapan kami,” terangnya.

Selain menghasilkan produk dan jasa melalui program TEFA, SMK Muhammadiyah Kutowinangun telah menjalin kerjasama yang kuat dengan PT. Astra Honda Motor (AHM) dan PT. Astra Daihatsu Motor.

“Kami yakin bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun mampu menciptakan lulusan yang siap kerja, berkompeten dan memiliki jiwa entepreneurship. Mengingat saat ini SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan sekolah binaan PT. Astra Honda Motor dan PT. Astra Daihatsu Motor,” pungkasnya. (nisa)

Kontributor: Akhmad Musdani

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *