Senin, 18 Desember 2017
Home/ Berita/ Haedar: Amanah Muhammadiyah Adalah Semangat untuk Berbagi Kasih

Haedar: Amanah Muhammadiyah Adalah Semangat untuk Berbagi Kasih

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BERAU – Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah konsisten dalam ikut serta mengentaskan kemiskinan di lingkungan masyarakat kelas bawah. Saat ini MPM PP Muhammadiyah sedang memfokuskan program tersebut di daerah Berau, Kalimantan Timur. Program tersebut diatur untuk mengurangi laju deforestasi dan degradasi lahan hutan.

Disampaikan Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Kamis (12/10) bahwa Muhammadiyah memimpin pena­na­man bibit di lahan demplot dan lahan ma­sya­rakat seluas 200 hektare. Adapun bibit yang ditanam antara lain 49.500 bibit Lada, 24.750 bibit Gaharu, dan 525 paket bibit em­pon-em­pon seperti jahe merah, jahe Kaliman­tan, ku­nyit, kencur, leng­kuas, hingga temula­wak.

“Selain itu, masyarakat kampung adat di Berau juga diajak menanam 214 paket bibit sa­yuran dan 7.500 paket ta­na­man hutan. Kegiatan diikuti oleh 214 Kepala Keluarga di tiga kampung di Kabupaten Berau yakni kampung Batu Ra­jang dan kampung Siduung Indah di Keca­ma­tan Segah serta kampung Long Keluh di Keca­matan Kelay,” papar Haedar.

Selanjutnya Haedar mengungkapkan bahwa MPM yang memegang teguh prinsip ”selama rakyat  menderita, tidak ada kata istirahat” ini memang sedang menitik fokuskan program di daerah 3T (terpencil, terdalam, terluar) di Indonesia, salah satunya Kabupaten Berau ini.

“Muhammadiyah hadir untuk semua, bukan untuk satu kelompok saja, ama­nahnya adalah semangat untuk saling berbagi kasih, nik­mat dan kebahagiaan lewat kerja yang produktif dan mem­­bawa kemajuan. Jejak kaki yang kami ting­galkan, siapa tahu bermanfaat bagi kita ber­sama. Kami bangga juga memiliki optimisme dan syu­kur pada Allah SWT,” tuturnya.

Ikut serta dalam pengelolaan hutan di Kabupaten Berau ini, Haedar menyinggung mengenai program pemerin­tah tentang Reformasi Agraria berupa redistribusi lahan, Haedar berharap agar kebijakan tersebut tidak sekadar bagi-bagi lahan semata, namun  perlu ada pendampingan lanjutan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut. 

“Pemerintah juga perlu membangun tatanan sosial, perekonomian hingga pendidikan, seperti yang dijalankan MPM ini, kami membantu mereka untuk punya tatanan sosial baru, dalam kehidupan yang menetap berbasis pada kebu­dayaan mereka sendiri, lebih jauh lagi negara harus hadir untuk memberi jaring-jaring struk­tural yang membuat mereka lebih sejahtera, lebih maju dan lebih tercerdaskan,” ungkapnya.

“Kalau pemerintah sekarang punya kebija­kan redistribusi lahan itu perlu persiapan maksimal dan mempertimbangkan kemaslahatannya bagi masyarakat, sebab bagaimanapun negara harus hadir dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Haedar. (nisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *