Senin, 18 Desember 2017
Home/ Berita/ Belajar Getirnya Kehidupan dari Sosok Purwati Penjual Kopi Keliling

Belajar Getirnya Kehidupan dari Sosok Purwati Penjual Kopi Keliling

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu)  bersama  Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada Purwati dan anaknya Subehi pada Rabu (11/10) bertempat di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak, Rambu Apus Cipayung, Jakarta Timur.

Adi Rosadi selaku Manager ProgramLazismu menyampaikan bantuan yang diberikan berupa keperluan sekolah untuk Subehi.

“Bantuan yang diberikan kepada Subehi berupa beasiswa dan paket school kit guna mendukung serta memberikan semangat pada Subehi agar terus tetap semangat dalam menuntut Ilmu,” ungkap Adi.

Selain itu, dari Menteri Sosial Subehi juga menerima seragam sekolah, tas sekolah, perlengkapan alat tulis, sepatu, baju sehari-hari, dan perlengkapan menggambar. Sementara Purwati menerima  mukena, sajadah, Al-Quran, sandal, dan baju untuk sehari-hari.

Sebagai informasi, nama Purwati mencuat ke media pada saat anaknya yang diasuh orang dan bersekolah di Yayasan Hamba Yogyakarta bernama Monica lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada dalam rangka menghadiri 8th Milestones of a Global Campaign for Violence Prevention Meeting di Ottawa pada 19hingga 20 Oktober 2017, setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak.

Setelah itu, nama Purwati dan anak keduanya bernama Subehi kembali lagi menjadi sorotan berbagai media, lantaran kehidupan mereka yang memprihatinkan dan serba kekurangan. Namun masih memiliki semangat, ketegaran dan jiwa pantang menyerah.

Kepada tim redaksi, Adi menjelaskan bahwa ibu Purwati tidak memiliki tempat tinggal. Menjelang malam tiba, Purwati harus berpindah-pindah dari bawah kolong jembatan, emperan rumah orang, sampai tempat – tempat yang lain untuk sekedar tidur dan berteduh sampai pagi datang. Sedangkan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilakukan dengan berjualan kopi keliling.

“Melihat kondisi yang seperti itu, Ibu Purwati sangat sulit ditemukan keberadaannya. Setelah ditemukan ternyata Ibu Purwati hanya hidup berdua bersama anaknya Subehi yang juga masih bersekolah. Walau dengan keterbatasan, Ibu Purwati tidak mau meminta-minta untuk kebutuhan hidup dan sekolah anaknya,” tutur Adi.

Hal inilah yang membuat Lazismu turut andil mendukung kebutuhan Subehi agar ia dapat termotivasi kakanya yang bisa berangkat keluar negeri.

Lebih lanjut Adi mengungkapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Lembaga Sosial yang lain tergerak hati untuk membantu Purwanti dan anaknya.

“Karena semangat dan visi Ibu Purwati untuk pendidikan anak-anaknya, maka Kemensos memberi kepedulian dengan harapan bisa menjadi contoh atau motivasi bagi masyarakat luas,” ujar Adi.

Adi juga menambahkan, Subehi adalah anak yang berbakti pada Ibunya.

“Subehi tergolong anak yang kreatif dan sangat sayang sekali kepada Ibunya. Ia turut membantu Ibunya berdagang keliling, dan menolak ketika ditawari tidur di Panti Asuhan, karena tidak tega meninggalkan Ibunya sendirian tidur dan berpindah-pindah tempat,” pungkasnya. (dila)

Kontributor: Syahrul Amsari

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *