Rabu, 18 Oktober 2017
Home/ Berita/ Shidiq (Kebenaran Multi Dimensi)

Shidiq (Kebenaran Multi Dimensi)

 

Oleh : Muh. Ikhwan Ahada*

Kata shidiqatau ash – shidquberasal dari bahasa arab, ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ – ูŠูŽุตู’ุฏูู‚ู – ุตูุฏู’ู‚ู‹ุง – ุตูุฏู‘ู ูŠู€ู€ู’ู‚ุงู‹  yang berarti benar, nyata, benar dalam perkataanya/jujur(AW. Munawir:1997,770) . Lawan dari kejujuran atau kebenaran adalah kebohongan (ุงู„ูƒู€ู€ู€ุฐุจ).

Perintah bersikap benar atau jujur dalam Islam sangat jelas, baik dalam al - Quran maupun as – Sunnah. Begitu pentingnya kejujuran ini, hingga Allah SWT, mensifatkanya kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai seorang utusan dengan sebutan ash – shiddiiq. Bagi seorang muslim kejujuran semestinya telah menjadi karakter internal dalam dirinya. Karena Allah SWT, memerintahkan agar setiap muslim berada pada sisi dan pilihan untuk jujur dan benar dalam berbagai dimensi kehidupannya.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽูƒููˆู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ (ุงู„ุชูˆุจุฉ : 119)

Artinya : “Wahai orang – orang yang beriman, bertaqawalah kamu sekalian dan hendaklah kamu sekalian bersama orang – orang yang jujur”(Q.S. At – Taubah [9] : 119).

 

Pilihan pada kejujuran atau sebaliknya akan membawa konsekuensi tersendiri bagi seseorang. Hal tersebut seperti dinyatakan oleh Rasulullah SAW  dalam sabda beliau :

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽุตู’ุฏูู‚ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูุฏู‘ููŠู‚ู‹ุง ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุฌููˆุฑู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ููุฌููˆุฑูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽูƒู’ุฐูุจู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจู‹ุง]ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…[

Artinya :“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke syurga, Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai seorang yang juur (shiddiiq), Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan,  dan kejahatan membawa ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari kebohongan akan ditulis oleh Allah SWT, sebagai pembohong (kadz-dzaab)”. [H.R. Muslim]

Sebagai warga Muhammadiyah, jujur adalah tuntutan pribadi yang tercantum dalam PHIWM pada bagian ketiga : Kehidupan Pribadi dalam Akhlak :

“Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk meneladani perilaku Nabi dalam mempraktikkan akhlak mulia, sehingga menjadi uswah hasanah yang diteladani oleh sesama berupa sifat sidiq, amanah, tabligh dan fathanah.”

Sifat jujur adalah keniscayaan bagi setiap muslim, pertama baik jujur dalam hati (ุตุฏู‚ ุงู„ู‚ู„ุจ), yaitu hati yang beriman kepada Allah SWT, dan bersih dari berbagai penyakit hati, keduajujur dalam  perkataan (ุตุฏู‚ ุงู„ุญุฏูŠุซ) yaitu semua perkataannya adalah kebenaran dan bukan kebohongan, dan ketigajujur dalam perbuatan (ุตุฏู‚ ุงู„ุนู…ู„), yaitu kesesuaian perbuatannya dengan ajaran Islam(Yunahar Ilyas: 2007, 81).

Dimensi Kejujuran

Sikap dan perilaku jujur/benar tidak bisa dibenarkan hanya sebagian dari perilaku jujur sesungguhnya. Kebenaran/kejujuran atau ash – shidqu dimulai dari niat hingga bentuk nyata dari niat dalam perikehidupan. Oleh karenanya ash – shidqudalam implementasinya menurut Yunahar Ilyas (2007: 82,84) sekurang – kurangnya meliputi lima hal, yaitu :

1.    Jujur/benar Perkataan (ุตุฏู‚ ุงู„ุญุฏูŠุซ)

Jujur atau benar dalam perkataan adalah jujur yang paling populer dan mudah dideteksi. Kejujuran dalam hal ini meliputi jujur saat berbicara atau menyampaikan informasi, termasuk “forward” dan “paste” infomasi, dari berbagai media sosial. Jujur dalam menjawab pertanyaan, melarang bahkan memerintah sesuatu kepada orang lain. Kebohongan dalam perkataan merupakan tanda kemunafikan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุขูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ(ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)

 

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a. berkata : dari Nabi Muhammad SAW, bersabda : Tanda-tanda orang munafiq ada tiga, yaitu apabila berkata dusta, apabila berjanji ia memungkiri, apabila ia dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq ‘alaih)

 

Kebohongan juga dipandang sebagai pengkhianatan yang besar oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda :

ุนูŽู†ู’ ุณููู’ูŠูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุณููŠุฏู ุงู„ู’ุญูŽุถู’ุฑูŽู…ููŠู‘ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูƒูŽุจูุฑูŽุชู’ ุฎููŠูŽุงู†ูŽุฉู‹ ุฃูŽู†ู’ ุชูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุญูŽุฏููŠุซู‹ุง ู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ู…ูุตูŽุฏู‘ูู‚ูŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ูƒูŽุงุฐูุจูŒ]ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ[

 

Artinya : Suatu pengkhianatan akan menjadi besar, apabila engkau membicarakannya kepada saudaramu, dan ia membenarkan pembicaraanmu, padahal engkau mendustainya. [H.R. Abu Daud].

 

Oleh karenanya Nabi Muhammad SAW, sebagai pendidik pertama telah mengingatkan kepada orang tua, supaya tidak berdusta di hadapan anak – anak meski hal tersebut hanya bersifat bujukan maupun gurauan (Ulwan, 1994: 202-203). Hal tersebut dapat dilihat dari Sabda Rasulullah SAW :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุตูŽุจููŠู‘ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุงูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนู’ุทูู‡ู ููŽู‡ููŠูŽ ูƒูŽุฐู’ุจูŽุฉูŒ]ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ[

Artinya : Barang siapa berkata kepada seorang anak kecil : “kemarilah dan ambillah sesuatu !”. Lalu ia tidak memberinya, maka perbuatan itu adalah suatu kedustaan”.[H.R. Ahmad].

Menalaah uraian di atas kejujuran menjadi tolok ukur dan salah satu bukti keimanan seseorang, sedangkan kebohongan dalam bentuk apapun pada hakikatnya merupakan bentuk pengkhianatan iman kita kepada Allah SWT.

2. Jujur/benar Pergaulan (ุตุฏู‚ ุงู„ู…ุนุงู…ู„ุฉ)

Bermuamalah dalam Islam pada prinsipnya mubah, saling rela, dalam hal yang tidak melanggar syari’at Allah SWT. Ke-mubah-an atau kebolehan di atas, tentu saja tidak berarti tanpa batas. Kejujuran dalam bermuamalah harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, contoh dalam berdagang tentu kejujuran yang dimaksud adalah tidak boleh menipu, memalsu, mengurangi timbangan, dll. Begitu pula dalam bermuamalah pada segmen yang lain, seperti pendidikan, percaturan politikdan lain sebagainya, maka kejujuran harus tetap ditegakkan.  Dengan demikian bermuamalah secara jujur akan tetap dilakukan karena Allah SWT semata – mata dimanapun dan kapanpun.

3. Jujur/benar Kemauan (ุตุฏู‚ ุงู„ุนุฒู…)

Secara bahasa al –‘azm berarti berniat, bermaksud dan berketetapan hati (Munawir: 926).  Al- ‘Azm bisa juga berarti keputusan hati, untuk melakukan suatu kebaikan dinilai sebagai sebuah janji, menepatinya disebut sebagai al  - wafa’ dan mengingkarinya dinamakan al – kadzb /bohong (Ilyas, 84). Sehingga jujur dalam hal ini adalah upaya yang kuat agar terhindar dari kesalahan – kesalahan dalam menyampaikan kebenaran. Seperti berfikir sebelum bertindak, menimbang baik – baik sebelum melakukan pekerjaan dengan standar syari’at Allah SWT.Apabila al –‘azm dimaknai dengan niat berarti terkait erat dengan ke-ikhlasan, darinya berawal nilai perbuatan dan berakhir pula kesudahan nilai perbuatan seseorang.

4. Jujur/benar Janji (ุตุฏู‚ ุงู„ูˆุนุฏ)

Janji yang ditepati oleh seorang muslim adalah bukti keimanannya. Sebab menyelisihi janji berarti tidak satunya kata dengan perbuatan, dan sebutan bagi mereka adalah al - munafiq.

Padahal Allah SWT sangat mencintai orang – orang yang menepati janjinya. Allah SWT berfirman :

ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู’ ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุตูŽุงุฏูู‚ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุนู’ุฏู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง (54)

Artinya : Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) dalam Al – Qur’an, Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi.(Q.S. Maryam [19];54)

5. Jujur/benar Kenyataan (ุตุฏู‚ ุงู„ุญู€ู€ู€ุงู„)

Kejujuran dalam kenyataan, sering juga dipersepsikan dengan kejujuran dalam tindakan nyata, al – Ghazali mengatakan sebagai jujur/benar dalam Perbuatan(ุตุฏู‚ ูู‰ ุงู„ุฃุนู…ุงู„).Perilaku orang yang jujur dalam kenyataan(ุตุฏู‚ ุงู„ุญู€ู€ู€ู€ู€ุงู„)tidak lah berpura – pura dan sekedar bermain peran. Seperti sindiran Rasulullah SAW dalam sabdanya:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุดูŽุจู‘ูุนู ุจูู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนู’ุทูŽ ูƒูŽู„ูŽุงุจูุณู ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ ุฒููˆุฑู  ]ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…[

Artinya : Orang yang merasa kenyang dengan apa yang diterimanya, sama seperti orang yang memakai dua pakaian palsu[H.R. Muslim]

Sehingga dalam perbuatan dan tindakannya bukanlah pencitraan dan membangun istana pasir, melainkan amal nyata yang merupakan wujud dari niat dan kemauan, ucapan, dan janji seseorang. Dengan demikian berbanding lurus antara hati, lisan dan perbutannya.

Persyarikatan Muhammadiyah, dalam perjalanan sejarahnya terus melakukan proses pengamalan firman Allah dan sabda Rasulullah SAW. Berkaitan dengan kejujuran dalam perjuangan, Muhammadiyah telah berpihak, mengambil sikap, dan mengawal keputusannya dalam berbagai kasus dan objek dakwah, baik individual dengan tajdid dan tablighnya maupun masyarakat atau komunitas. Bahkan kepada pemangku kepentingan NKRI ini,perilaku organisasi Muhammadiyah yang jujur ditunjukkan dengan adanya “jihad konstitusi” secara tegas, lugas, jujur dan berkeadaban.Sebagai contoh tentang hal itu adalah masalah BP Migas, pengelolaan sumber daya air, ketenaga listrikan, lalu lintas devisa, Undang-undang Rumah Sakit dll. Sebagian berhasil yang lain terus dikawal agar kejujuran terus digaungkan demi terciptanya kedamian dan ketertiban beragama, berbangsa dan bernegara. ุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

 

*) Anggota MPK PP Muhammadiyah

 

Dinukil dari buku: Siapakah Kader Muhammadiyah Itu? : Materi Kultum Peneguh Jatidiri Kader. MPK PP Muhammadiyah. (2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *