Selasa, 07 April 2020
Home/ Berita/ Teguhkan Visi Unggul dalam Bidang Keilmuan, UMY Bentuk Lembaga Penerbitan

Teguhkan Visi Unggul dalam Bidang Keilmuan, UMY Bentuk Lembaga Penerbitan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membentuk lembaga penerbitan yang diberi nama UMY PRESS. Dalam launching perdana UMY Press yang digelar pada Sabtu (30/9) turut mengundang Profesor Mitshuo Nakamura untuk menerbitkan kembali bukunya yang mengangkat sejarah Muhammadiyah dari tahun 1910 – 2010.

Dikatakan Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Gatot Supangkat bahwa sejarah memiliki peranan yang sangat penting, karena dari sejarah lahir ilmu-ilmu pengetahuan.

“Tanpa sejarah tidak akan ada perkembangan ilmu pengetahuan,’’ ungkap Gatot di Convention Hall Asri Medical Center (AMC).

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mengapresiasi Profesor Nakamura sebagai Antropolog Sosial yang telah melakukan penelitian mengenai Muhammadiyah selama kurang lebih 30 tahun.

 “Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Profesor Mitshuo Nakamura atas terbitnya buku Bulan Sabit Terbit Di Atas Pohon Beringin,’’  ujar Agung.

Agung menambahkan adanya UMY Press berperan dalam mendukung karya-karya dosen di lingkungan Muhammadiyah, “Untuk bisa unggul harus banyak menulis, dan berkarya,” ucap Agung.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMY Bidang Akademik Sukamta menyebutkan bahwa UMY Press merupakan salah satu usaha UMY dalam mewujudkan visinya menjadi universitas yang unggul dalam bidang kelimuan dan juga Islami.

"Kami yakin bahwa untuk menjadi unggul, kami harus rajin-rajin menulis dan berkarya. Karena itu kami mendorong setiap tenaga pendidik di kampus UMY ini untuk membuat karya tulis yang berkualitas agar dapat dimasukan dalam indeks SCOPUS,” tutur Sukamta.

Sukamta juga berharap UMY Press ini dapat menjadi sumber input pemasukan dari luar, karena selain untuk membantu keuangan kampus hal tersebut juga dituntut oleh BAN-PT dan juga QS Stars sebagai bagian dari internasioanalisasi.

“Bahkan menurut QS Stars harus ada pemasukan 70 persen di luar pemasukan yang didapat dari mahasiswa, ini yang kami coba untuk kita penuhi secara bertahap," ujar Sukamta.

Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan, Alumni & AIK Hilam Latief mengatakan bahwa buku ini diterjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia oleh Muhammad Yuanda Zara dari Fakultas sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kemudian selama 30 tahun proses pembuatan buku, banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang dilibatkan demi terciptanya buku ini.

Sementara itu, Profesor Nakamura mengungkapkan judul ‘’Bulan Sabit Terbit Di Atas Pohon Beringin” terinspirasi oleh Ilmuwan bernama Heinz Jindrich Bendayang pernah melakukan penelitian mengenai umat Islam pada masa kependudukan Jepang.

Selain itu, Profesor Nakamura juga bercerita bahwa ia baru saja mendapat penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 22 September lalu.

"Diberikan langsung oleh Menteri Muhajir Effendy, penghargaan ini diberikan kepada saya sebagai ahli dalam perkembangan dan komunitas Islam dan juga tokoh dialog antar budaya. Saya adalah Antropolog Sosial dan tugas saya adalah untuk mendengarkan orang ketika berbicara serta mengamati apa yang dia pikir dan lakukan. Ini mengharuskan saya untuk membangun sebuah jembatan penghubung yang ramah antara saya dan mereka,” pungkasnya. (dila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *