Sabtu, 25 Mei 2019
Home/ Berita/ IPM Jogja Bersama Elemen Lainnya, Mendesak Pengesahan Raperda Kawasan Tanpa Rokok

IPM Jogja Bersama Elemen Lainnya, Mendesak Pengesahan Raperda Kawasan Tanpa Rokok

 

Yogyakarta- Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( IPM) Kota Yogyakarta dengan dipimpin ketuanya Abduh Zulfikar beserta ratusan pelajar dan elemen lainnya, menggelar aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia tanggal 31 Mei.

 

Dalam aksi ini IPM Kota Jogjakarta bersama eleman pelajar SMA yang ada di DIY serta Badan Eksekutif Mahasiswa FK UGM dan FK UMY, menyampaikan Petisi yang isinya menuntut kepada Pemerintah dan DPRD Propinsi untuk segera mengesahkan Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang sudah masuk dalam Prolegda 2012. Menurut Zulfikar, aksi tersebut merupakan bentuk keperihatinan pelajar muhammadiyah Jogja dan juga elemen lain akan hak untuk menghirup udara yang bebas dari polusi rokok. Peserta aksi menuntut menuntut komitment masing-masing anggota Dewan yang hadir untuk menandatangani petisi sebagai bukti konkrit komitmen dalam usaha pengesyahan perda KTR di Propinsi DIY.

 

Dalam aksi tersebut IPM mendapat dukungan dari berbagai elemen yang juga menggelar aksi bersama yang di bawah koordinasi Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau yaitu forum lintas lembaga baik akademisi maupun ormas dan lsm di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada aksi ini beberapa anggota DPRD DIY juga turut memberikan orasi seperti salah satu Pimpinan dewan Sukedi, Dra. Istianah ZA dari Komisi D, Arif Noor Hartanto dari Fraksi PAN dan Erwin Nizar dari Fraksi Golkar.

 

Aksi simpati ini sebelumnya diawali dengan membagikan selebaran kepada masyarakat di beberapa titik mulai di perempatan Kantor Pos Besar, Perempatan SGM dan di sekitar Balaikota Yogyakarta. Setelah itu semua peserta berkumpul di depan Gedung Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Instimewa Yogyakarta dengan membawa beragam poster dan atribut yang dikenakan oleh peserta aksi ini, sebagai bentuk sosialisasi bahwa bahaya rokok sudah sedemikian merugikan masyarakat terutama golongan miskin karena ketergantungan zat adiktif di dalamnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *