Senin, 18 Desember 2017
Home/ Berita/ Ketum ‘Aisyiyah: Gerakan Kepemimpinan Perempuan Bagian dari Jihad Fisabilillah

Ketum ‘Aisyiyah: Gerakan Kepemimpinan Perempuan Bagian dari Jihad Fisabilillah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Salah satu nilai ikhtiar perempuan Muhammadiyah yaitu berupaya memiliki kemampuan leadership dan  kemampuan untuk berkiprah dalam kemajuan bangsa.

Hal ini disampaikan Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam sambutannya pada kegiatan Seminar Nasional Kepemimpinan Perempuan pada Selasa (19/9) yang bertempat di Hall 4 Siti Baroroh Barried, Lantai 4 Gedung Akampus Universitas “Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

“Indonesia yang berkemajuan merupakan sebuah konsep yang dituangkan dalam muktamar Muhammdiyah di Makassar yang isinya tentang peran perempuan yang digerakkan oleh ‘Aisyiyah dan angkatan muda lainnya, berikhtiar untuk mejadikan Indonesia sebagai negara yang adil, bermartabat, makmur, beradab dan masyarakat yang sejahtera,” jelas Noor.

Ikhtiar perempuan Muhammadiyah dalam kepemimpinan akan berhasil jika pandangan-pandangan yang terkait kepemimpinan perempuan, menjadi pandangan seluruh umat dan bangsa Indonesia termasuk kaum laki-laki.

“Islam berkemajuan akan terwujud apabila laki-laki dan perempuan saling memuliakan,” ujar Noor.

Nilai-nilai ajaran keagamaan telah diyakini oleh Muhammdiyah dan ‘Aisyiyah sebagai pandangan Islam berkemajuan, dan merupakan bagian pengkhidmatan untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

“Kehadiran ‘Aisyiyah melalui ikthiar menggerakkan kepemimpinan perempuan merupakan bagian dari jihad fisabilillah,” terangnya.

Menurut Noor, nilai-nilai ajaran Islam memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk berkiprah dalam memajukan bangsa bersama kaum laki-laki. Nilai-nilai dasar tersebut mendorong seluruh aktivis ‘Aisyiyah untuk berkhidmat mencari ridho Allah SWT dalam menjadikan kehidupan ini lebih baik untuk bekal kehidupan di akhir zaman.

“Sehingga setelah berikhtiar selama 1 abad, terbesit oleh’ Aisyiyah untuk mengisi abad ke-2 dengan langkah-langkah yang lebih maju menuju cita-cita kemajuan yg lebih baik dari abad ke-1. Hal tersebut dikarenakan terinspirasi dari KH. Dahlan yang memajukan dan  mendorong kaum perempuan bersama Nyai Dahlan, melalui organisasi ‘Aisyiyah,” pungkas Noor. (tuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *