Kamis, 23 November 2017
Home/ Berita/ MDMC dan UMY Optimalisasi Peran dalam Penanggulangan Bencana

MDMC dan UMY Optimalisasi Peran dalam Penanggulangan Bencana

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyerahkan satu unit mobil kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Senin (21/8) kemarin. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, di ruang Sidang Rektorat UMY.

Dalam sambutannya Gunawan menyampaikan bahwa UMY tidak bisa dilepaskan dari proses berdirinya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Karena lembaga ini sudah aktif dalam penanggulangan bencana sejak terjadinya bencana Tsunami Aceh.

 “Maka pemberian hibah berupa Mobil Mitsubishi Strada ini merupakan bentuk tanggung jawab UMY untuk membantu peran MDMC dalam penanggulangan bencana,” kata Gunawan.

Sebetulnya penyerahan mobil secara simbolis telah dilakukan kedua pihak pada saat Tanwir Muhammadiyah I di Ambon bulan Februari 2017 lalu. “Akan tetapi ada tahapan dan kualifikasi yang harus dipenuhi dalam memberikan kelengkapan mobil seperti alat komunikasi, winch (alat derek), dan alat lainnya, supaya bisa bekerja secara optimal di medan yang sulit,” paparnya.

Gunawan juga menginformasikan paska Tanwir Muhammadiyah I tersebut, UMY meresmikan Pusat Studi Lingkungan dan Bencana (PSLB) yang dirasa perlu sebagai upaya mengantisipasi dan melakukan pelatihan terhadap penanggulangan bencana baik bagi seluruh karyawaan, mahasiswa maupun masyarakat sekitar UMY.

Lebih lanjut Gunawan menuturkan bahwa wilayah kampus UMY merupakan kawasan yang rawan bencana, seperti ancaman Gunung Merapi. Persoalan lain yang dihadapi saat ini adalah banyaknya masyarakat yang mendiami daerah bencana, contohnya saja pada tahun-tahun sebelumnya (tahun 1940) yang menjadi korban jiwa hampir 300 orang, berbeda dengan gempa Bantul tahun 2006 yang telah banyak dipadati penduduk menelan korban jiwa sebanyak 5.600 orang.

“Sehingga kami membentuk PSLB untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemahaman terhadap penanggulangan bencana, baik melalui pelatihan langsung maupun sosilisasi secara intens. Selain itu saya berharap dari pemberian hibah ini, MDMC bisa meningkatkan kualitas kinerjanya dan bisa terus maksimal dalam membantu kemanusiaan khususnya pada wilayah bencana yang sulit dijangkau,” ujar Gunawan lagi.

Hal serupa disampaikan Budi Setiawan, Ketua MDMC, bahwa MDMC memiliki program riset yang berkaitan dengan bencana baik itu data korban jiwa, kondisi wilayah rawan bencana, kondisi fisik bangunan, penyakit dari dampak bencana dan perkembangan kondisi alam.

“Berangkat dari riset ini tim MDMC mengajukan permohanan bantuan kepada UMY dan melampirkan data dari hasil riset. Sebelum melakukan penanggulangan bencana, sebelumnya kami juga melakukan riset terkait kondisi wilayah yang terkena bencana,” jelas Budi.

Hal ini menurut Budi, dilakukan agar tim bisa melakukan penanggulangan bencana secara tepat sasaran dan tidak semata-mata melakukan pertolongan. Maka dari itu harus ada assessment untuk referensi sebelum terjun ke lokasi bencana. Selain itu untuk tim kami juga sudah memiliki sertifikat nasional dan layak sebagai anggota untuk menjadi tim penanggulangan bencana.

”Kami berharap dari hibah mobil yang diberikan oleh UMY, MDMC bisa terus mengoptimalkan kinerja dan bisa unggul dalam penanggulangan bencana. Baik dalam melakukan pelatihan kepada masyarakat ataupun dalam hal penanggulangan bencana, serta akan terus menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tutup Budi. (raipan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *