Kamis, 21 September 2017
Home/ Berita/ Dadang Kahmad: Warga Muhammadiyah Harus Miliki Moral dan Etika dalam Bermedia Sosial

Dadang Kahmad: Warga Muhammadiyah Harus Miliki Moral dan Etika dalam Bermedia Sosial

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Temu Netizen Muhammadiyah (Netizmu) dan Kopdar Jaringan Radio Muhammadiyah (Jarimu) pada tanggal 19 hingga 20 Agustus 2017 bertempat di Gedung AR Fachruddin B Kampus Terpadu UMY.

Hingga Januari 2017, tercatat ada sebanyak 106 juta orang pengguna medsos di Indonesia. Dari data tersebut hampir separuh rakyat Indonesia kini telah memanfaatkan medsos sebagai sarana komunikasi.

"Muhammadiyah ini sudah berdiri sejak lebih dari satu abad yang lalu, dan tampaknya kita tidak bisa menghindar dari implikasi dan impact dari munculnya media sosial. Untuk itu Muhammadiyah juga perlu beradaptasi dengan perkembangan jaman,” ujar Dadang Kahmad Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan yang dihelat MPI ini bertujuan untuk menyatu padukan gerakan dakwah Muhammadiyah di dunia maya. Hal itu mendasari dari maraknya beredar berita-berita hoax yang belakangan ini terjadi, baik yang berkaitan dengan persyarikatan Muhammadiyah, maupun dalam skala nasional.

"Hal Ini berkaca pada banyaknya berita-berita yang mengarahkan pada informasi palsu (hoax). Dimana berita tersebut kadang dapat membuat dan mengarahkan pengguna medsos pada opini yang mengadu domba. Untuk menghindari hal tersebut, Muhammadiyah perlu memberikan aturan dalam berdakwah melalui medsos," tegas Dadang.

Dalam agenda ini juga dilaksanakan pembentukan cyber army untuk netizen Muhammadiyah. "Pembentukan cyber army ini adalah untuk mendukung Muhammadiyah melakukan tabayyun, dan bukan untuk balik menyerang dengan berita negatif maupun kasar. Jadi yang kita lakukan adalah membuat sebuah counter opinion agar netizen bisa memilah sendiri kebenaran yang ada," jelas Dadang.

Selain itu, Dadang mengatakan warga Muhammadiyah harus memiliki moral dan etika dalam bermedia sosial. "Telah menjadi prinsip bersama dalam berkomunikasi, khususnya bermedia sosial etika dan moral harus menjadi ciri utama warga Muhammadiyah dalam berujar," pungkas Dadang. (tuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *