Kamis, 21 September 2017
Home/ Berita/ Melalui Duta Dokter Cilik, Mahasiswa UMM Latih Siswa SD Tentang Kesehatan

Melalui Duta Dokter Cilik, Mahasiswa UMM Latih Siswa SD Tentang Kesehatan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Kepedulian mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada kesehatan semakin tinggi. Salah satunya ditunjukkan oleh KKN 83 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang rutin melaksanakan pendidikan tentang kesehatan pada siswa Sekolah Dasar (SD) Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Uniknya, kegiatan pendidikan kesehatan tersebut diberikan dengan cara mencari duta dokter cilik.

Ketua Bidang Kesehatan KKN 83 UMM, Alfin Rhomansyah menyatakan, duta dokter cilik merupakan salah satu metode untuk memberikan pendidikan tentang pentingnya kesehatan serta pentingnya hidup sehat sejak dini. Berangkat dari sangat kurangnya pengetahuan warga Desa Karangsari akhirnya warga desa kurang peduli terhadap kesehatannya. Tidak hanya itu, banyak juga kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat sering dilakukan.

“Sarana dan prasana kesehatan juga sangat minim, bahkan ada beberapa sekolah yang belum mempunyai Unit Kesehatan Sekolah (UKS),” jelas Alfin dikutip dalam rilis yang diterima redaksi pada Sabtu (19/8).

Pemilihan duta dokter cilik tidak sekedar pemilihan biasa. Sebelumnya ada beberapa tes yang harus diikuti seperti tes tulis, esai, wawancara dan diakhir setiap siswa diberikan pelatihan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu pelatihan yang diberikan, lanjut Alfin, adalah tentang mencuci tangan dan menggosok gigi. Menurutnya, kedua hal tersebut masih belum banyak diketahui warga desa.

“Tata cara mencuci tangan dan menggosok yang dilakukan setiap hari belum benar, kami ajarkan bagaimana tata cara yang benar,” ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi UMM tersebut.

Sebanyak 76 siswa dari 8 sekolah yang tersebar di 3 dusun mengikuti seleksi tes tulis lengkap dengan alat tulis mereka. Tes tulis dan penugasan esai dilakukan secara serentak di Balai Desa Karangsari. Usai tes tulis dan esai kemudian diumumkan siapa saja yang lolos untuk mengikuti tahap wawancara. Diakhir terpilihlah 3 siswa dan 3 siswi untuk kemudian mengikuti pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat.

Nantinya 6 siswa tersebut akan menjadi duta dokter di masing-masing sekolahnya. “Harapannya setiap siswa yang terpilih menjadi duta dokter cilik, bisa menjadi pelopor kesehatan di sekolahnya masing-masing,” jelas Alfin lebih lanjut.

Sumber: Abdul Jalil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *