Sabtu, 18 November 2017
Home/ Berita/ Perkuat Toleransi dan Keberagaman, Kader IPM Ikuti Asian Youth Day

Perkuat Toleransi dan Keberagaman, Kader IPM Ikuti Asian Youth Day

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Sebagai seorang muslim sejatinya kita perlu bijak dalam menyikapi keberagaman yang ada dan juga toleransi terhadap agama lain. Hal itu telah dibuktikan oleh salah satu kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nabhan Mudrik Alyaum dan Rahma Ardianti Farikha yang berhasil mengikuti program Asian Youth Day (AYD) ke-7 2017.

AYD merupakan kegiatan pertemuan pemuda katolik se-Asia yang diadakan oleh Federasi Konferensi Keuskupan Asia (FABC). Kali ini, AYD diikuti kurang lebih oleh 2000 orang yang dilaksanakan di Indonesia dan bertempat di Jogja Expo Center (JEC).  

“Melalui program ini saya ingin berbaur dengan teman-teman se-Asia, saya juga mau belajar kenapa Katolik bisa bikin acara sebesar ini padahal untuk tataran asia mereka tergolong minoritas,” ujar Nabhan saat diwawancarai pada Sabtu (5/8).

Tidak hanya itu, Nabhan mengatakan bahwa tujuannya mengikuti kegiatan AYD karena ingin menunjukan baiknya toleransi beragama di Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh Nabhan dan Rahma berlangsung pada tanggal 2 hingga 6 Agustus 2017 kemarin. Adapun kegiatan yang dilaksanakan berupa workshop, misa, do’a bersama, dan diskusi.“Ketika kegiatan berlangsung, peserta dibagi menjadi 53 kelompok yang ada disebar ke tempat-tempat tertentu untuk mempelajari keberadaan peradaban Katolik dan kebudayaan yang ada di Indonesia secara langsung serta toleransi dalam beragama,” ungkap Nabhan saat menjelaskan bentuk kegiatan yang dilaksanakan.

Di akhir Nabhan berharap kader-kader IPM dapat termotivasi untuk memperkuat toleransi, memunculkan persatuan umat Islam, juga menciptakan acara pertemuan semacam ini seperti dari level kota, provinsi, nasional, regional, hingga internasional.

“Selain itu, dengan adanya kegiatan seperti ini supaya kita bisa belajar lebih menghargai keadaan ketika kita menjadi mayoritas, juga tentunya dari acara sebesar ini kita bisa belajar bahwa umat islam sebenarnya lebih mampu membuat pertemuan semacam ini,” tutupnya. (tuti)                  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *