Kamis, 19 Oktober 2017
Home/ Berita/ Diktilitbang PP Muhammadiyah Imbau PTM dan PTA Hindari Perilaku Bullying

Diktilitbang PP Muhammadiyah Imbau PTM dan PTA Hindari Perilaku Bullying

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Belakangan ini beredar perudungan atau bullying  yang menimpa mahasiswa salah satu universitas swasta di Jakarta. Dalam video yang viral di media sosial tersebut seorang mahasiswa yang disebut-sebut menderita disabilitas, yaitu autis, menjadi korban bullying teman-temannya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang)  Pimpinan Pusat Muhammadiyah Edy Suandi Hamid mengatakan bahwa bully kepada siapapun dilarang dan tak seharusnya terjadi. Apalagi pada mahasiswa berkebutuhan khusus.

“Tindakan keras dan tegas harus  dilakukan, karena ini merupakan gambaran bahwa ada yang salah dalam proses pendidikan kita, sehingga perilaku mahasiswa atau senior menjadi brutal dan lepas dari misi pendidikan,” terang Edy ketika dihubungi redaksi muhammadiyah.id pada Senin (17/7).

Perilaku bullying ini, lanjut Edy tidak boleh terjadi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) maupun Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA), khususnya dalam proses orientasi mahasiswa baru (ospek).

“Karena itu pembekalan kepada senior harus dilakukan dengan rambu-rambu yang ketat dan tidak boleh dilanggar,” tegas Edy.

Substansi ospek adalah orientasi atau pengenalan, seharusnya mahasiswa baru dikenalkan dengan jenjang  pendidikan baru yang akan dimasukinya. “Pengenalan dengan dosen, kakak kelas, cara belajar, lokasi-lokasi perpustakaan atau laboratorium, jadi bukan mengenalkan kekerasan dan kebrutalan,” ujar Edy.

Senada dengan Edy, Muhammad Sayuti Sekretaris Diktilitbang PP Muhammadiyah turut menyayangkan kasus seperti itu masih terjadi. Padahal sudah lama menjadi keprihatinan serta sudah menjadi komitmen pengelola perguruan tinggi untuk menghentikan kekerasan apalagi bullying di Kampus.

Sayuti mengimbau kepada seluruh pimpinan PTM dan PTA untuk belajar dari kasus ini, serta mengambil langkah-langkah preventif agar tidak terjadi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Langkah preventif misalnya pimpinan melakukan cross-check jadwal kegiatan, materi serta personal yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan orientasi,” pungkas Sayuti. (adam)

Foto: Ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *