Jum'at, 21 Juli 2017
Home/ Berita/ Mendikbud Resmikan Pembangunan SMP Muhammadiyah Utan

Mendikbud Resmikan Pembangunan SMP Muhammadiyah Utan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUMBAWA – Pendidikan menjadi hal fundamental yang patut didapatkan oleh masyarakat. Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan yang menjadikan bidang pendidikan sebagai salah satu trisula Muhammadiyah, selalu sigap bergerak untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik lagi.

Hal tersebut seperti dikatakan oleh Faisal Salim, Ketua Pembangunan SMP Muhammadiyah Utan dalam laporannya di acara Kunjungan Kerja Mendikbud sekaligus Peresmian Pembangunan SMP Muhammadiyah Utan, Sumbawa pada Senin (10/7).

“Pembangunan SMP Muhammadiyah Utan ini diharapkan menjadi salah satu kontributor untuk mewujudkan pendidikan yang baik serta sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Kemudian hadir dalam agenda itu, ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, serta Wakil Bupati Utan. Fahri menyampaikan bahwa hakikat pendidikan bukan tentang belajar di bangku sekolah semata, namun kehidupan inilah menjadi bagian dari pendidikan, bagian dari belajar.

“Banyak yang bisa dijadikan pelajaran dan pendidikan dari Indonesia ini, salah satunya yaitu memahami Indonesia hingga ke dalam-dalamnya. Indonesia ini adalah bangsa yang plural dan dianyam oleh ruh agama yang di dalamnya juga ada unsur pendidikan, Indonesia juga tidak lain dan tidak bukan terbentuk karena pergerakan agama dan kebangsaan yang memberikan ruh dalam waktu bersamaan dan dalam satu tahapan nafas, jelas ini bagian dari pendidikan juga,” jelas Fahri.

Sementara itu Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI mengatakan bahwa pembaharuan altenatif tentang pendidikan karakter yang saat ini sedang dimatangkan tak lain sebagai upaya mendukung Nawacita Presiden yaitu sekolah harus bermuatan karakter, sisanya pengetahuan.

“Saya fokus menata sekolah dengan basis pendidikan karakter yang misalnya diwujudkan dalam bentuk boarding school, full day school (FDS) dan sebagainya, itu hanya contoh, saya tidak pernah mengatakan bahwa saya akan membangun full day scholl, fds itu saya sebutkan sebagai salah satu contoh dari pendidikan karakter, begitu,” tegasnya.

Lebih lanjut Muhadjir menyampaikan bahwa pemerintah tidak punya FDS, melainkan penguatan karakter dengan tetap menggunakan kurikulum 2013 dan penguatan karakter siswa melalui berbagai ekstrakulikuler serta rencana 8 jam 5 hari.

“Pematangan ide pembaharuan tentang pendidikan ini tentu saya terlebih dulu ingin mematangkan para pendidik atau gurunya terlebih dahulu, karena keberhasilan pendidikan dimulai dari sosok pendidiknya," ucap Muhadjir.

Rencana belajar 8 jam 5 hari sekolah ini, kata Muhadjir, diharapkan dapat merekatkan hubungan anak dengan keluarganya. Ini memberikan ruang agar anak dapat kembali kepada orangtuanya untuk mendapatkan pendidikan di keluarga, tidak berhenti di sekolah saja.

“Sehebat apapun sekolah, jangan sampai mencabut anak dari keluarganya. Pemilik anak adalah keluarganya, guru adalah manusia dan punya anak, guru juga punya keterbatasan, di sini peran orangtua harus dikuatkan,” tambahnya.

Menurut Muhadjir, mewujudkan rencana tentang pendidikan berbasis karakter ini memang tidak mudah, karena ini pembaharuan, dan bahkan menimbulkan pihak pro-kontra yang besar.

“Ini memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa, karena ini ide baru, hanya segelintir orang yang bisa menerima pada awalnya. Sama halnya dengan KH. Ahmad Dahlan dulu saat akan mendirikan  Muhammadiyah, awalnya didahului kontra tapi kemudian menjadi besar dan berhasil seperti sekarang,” tutup Muhadjir. (nisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *