Rabu, 20 September 2017
Home/ Berita/ IMM Kuningan Amalkan Semangat Al-Maun dengan Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

IMM Kuningan Amalkan Semangat Al-Maun dengan Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KUNINGAN – Bidang sosial dan pemberdayaan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kuningan pada Ahad (18/6) mengadakan acara qulity time with IMM Kuningan.

Acara yang bertempat di ruangan SMK Muhammadiyah 3 Kuningan itu sendiri mengusung tema "Meraih Berkah dalam Indahnya Berbagi" yang bertujuan untuk bersilaturahim dan mempererat ukuwah islamiah serta melaksanakan program kerja IMM Kuningan di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam acara tersebut turut hadir anak yatim piatu yang berasal dari Kecamatan Jalaksana yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jalaksana.

Puncak acara sendiri adalah penyerahan santunan secara simbolis dari Ketua PDM Kuningan kepada salah satu anak yatim piatu, sumbangan sendiri adalah dana amanah dari seluruh kader PC IMM Kuningan, Pimpinan Komisariat IMM se-Kabupaten Kuningan, donatur, dan beberapa dari kantor dinas pemerintah Kuningan.

Sementara itu, Herdiana, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahim dan berbagi.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk silaturahim sesama muslim, dan untuk saling berbagi dengan saudara kita, karena sebagian harta kita adalah rezeki mereka, semoga kegiatan ini tidak dilaksanakan sekarang saja akan tetapi rutin untuk dilaksanakan,” ucapnya.

Hayatur Rosyidah, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kuningan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagaisalah satu realisasi dari trilogi ikatan.

“Pergerakan IMM yakni humanitas dan sebagai bentuk integritas kader IMM kepada masyarakat,” ujarnya Hayatur.

Sementara itu Ridwan Ira Irawan Ketua PC IMM Kuningan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah tanggung jawab IMM terhadap dakwah sebagai ortom Muhammadiyah.

"Karena pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan saat mengamalkan surat Al-Maun, untuk tidak menghardik anak yatim. Pada saat itu anak yatim di mandikan dan di asuh serta di didik oleh beliau, semangat itu lah yang ingin di praktikan IMM dan dapat menanamkan nilai-nilai ke-Muhammadiyahan,” pungkasnya.

Kontributor: Sahrul Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *