Rabu, 07 Desember 2016
Home/ Berita/ Lolos 7 Standard, Fakultas Farmasi UMS Raih Akreditasi A

Lolos 7 Standard, Fakultas Farmasi UMS Raih Akreditasi A

 

Surakarta- Fakultas Farmasi (FF) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan Akreditasi A setelah berhasil lolos dari 7 standard yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Muhammad Dai selaku Dekan FF mengatakan, 7 standard tersebut meliputi Visi Misi, Sumber Daya Manusia, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa, Pasca Pamong, Sarana Prasarana. “76 % penilaian tersebut berada di nilai kisaran 4,” terangnya.

Semua komponen tersebut menunjukan performa yang baik. FF sudah menunjukan Visi Misi yang baik dan unggul. Selain itu, Mahasiswa Farmasi mempunyai kualitas yang baik karena bisa lulus tepat waktu. “Daya saing mahasiswa farmasi juga baik,” tambahnya.

FF mendapatkan akreditasi A sejak tahun 2008 November lalu. Dan baru-baru ini, tepatnya di bulan Pebruari 2012, program profesi juga mendapatkan akreditasi A. Program Profesi Apoteker UMS merupakan satu-satunya program profesi yang mendapat nilai A di Indonesia. Selain itu, lulusan FF juga cepat mendapat kerja. Waktu tunggu lulusan kerja FF biasanya hanya enam bulan saja. “Setelah itu mereka langsung mendapat pekerjaan,” jelas Dai.

Selain mahasiswa, kualitas dosen yang mengajar juga termasuk pengajar yang baik. Dosen FF banyak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Jumlah penelitian dosen FF cukup banyak dengan kualitas yang baik. Dana penelitian kompetitif seperti Hibah Bersaing dan Fundamental sering diraih. Bahkan dana penelitian unggulan senilai ratusan juta rupiah telah pula diperoleh.

Dai menambahkan, Akreditasi bukan proses yang instan dan memunculkan mutu bukanlah proses yang sesaat. Ia mencontohkan, membuat visi misi bukanlah hal yang mudah karena harus memadukan dunia kerja dan harapan mahasiswa. “Semua itu berkesinambungan,” jelasnya.

Dai mengatakan, untuk mengisi borang memang hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Namun, untuk menanamkan visi misi kepada mahasiswa membutuhkan waktu yang berkesinambungan agar tujuan yang sudah dibuat diterapkan dengan baik dan bukan hanya sekaedar masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. “Semua itu adalah proses jangka panjang,” pungkasnya . [RN/ID]

*ilustrasi: http://unikunik-hidupku.blogspot.com/2012/02/blog-post.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *