Selasa, 27 Juni 2017
Home/ Berita/ Turut Majukan Pendidikan di Indonesia, PP ‘Aisyiyah Gelar Rembuk Nasional Pendidikan Usia Dini

Turut Majukan Pendidikan di Indonesia, PP ‘Aisyiyah Gelar Rembuk Nasional Pendidikan Usia Dini

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pada perayaan 100 tahun ‘Aisyiyah kali ini memiliki beberapa rangkaian agenda dalam peringatannya, diantaranya yaitu Rembuk Nasional Pendidikan Anak Usia Dini yang akan diselenggarakan pada Kamis (18/5) bertempat di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) dan dilanjutkan pada Jumat (19/5) perayaan Resepsi Milad 100 tahun ‘Aisyiyah yang akan digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pada Rembuk Nasional tersebut akan menghadirkan pembicara dari berbagai unsur kelembagaan, diantaranya Wanita Katholik Indonesia, Wanita Budhis Indonesia, Muslimat NU, Persit Kartika Chandra Kirana, serta perwakilan dari ‘Aisyiyah.

Disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini memasuki abad kedua, ‘Aisyiyah telah mendinamisasi gerakannya di bidang pendidikan dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Pendidikan Tinggi.

“Hal ini sebagai usaha membawa kehidupan kebangsaan menuju Indonesia berkemajuan,” ungkap Noor, dalam Press Conference yang diselenggarakan di Ruang Rektorat UNISA, Rabu (17/5).

Semangat kiprah ‘Aisyiyah dalam perjuangan dalam bidang pendidikan yang hampir satu abad sejak didirikannya Frobel ‘Aisyiyah pada tahun 1919 mendorong diadakannya Rembuk Nasional PAUD.

Kenapa PAUD, kembali dijelaskan Noor dikarenakan budi pekerti dalam pendidikan di Indoensia, khususnya dikalangan PAUD harus terus ditanamkan, selain itu juga penting adanya pembangunan akhlak atau karakter dari usia dini, sehingga dapat melahirkan generasi yang tangguh.

Kembali disampaikan Noor, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan yang dimulai dari PAUD dapat menjadi pondasi dan embrio penting bagi keberhasilan pendidikan karakter bangsa yang kini menjadi perhatian utama pemerintah.

“Pendidikan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus bersifat jangka panjang dan berkelanjutan,” ungkap Noor.

Selain itu juga, dengan diadakannya Rembuk Nasional ini diharapkan akan terbangunnya kesadaran dan komitmen bersama seluruh komponen bangsa dalam usaha mencerdaskan generasi bangsa melalui PAUD.

“Diharapkan melalui Rembuk Nasional ini juga akan membangun kesinambungan perjuangan ‘Aisyiyah melalui PAUD dalam berkiprah memajukan bangsa,” pungkas Noor.

Rencananya Rembuk Nasional tersebut akan dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy, dan akan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari unsur organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, pelaku usaha, para ilmuan dan tokoh pendidikan, praktisi pendidikan, serta unsur legislatif. (adam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *