Minggu, 17 Desember 2017
Home/ Berita/ Mahasiswa UMM Sulap Hutan Kota Malabar Menjadi Cantik dan Ramai Pengunjung

Mahasiswa UMM Sulap Hutan Kota Malabar Menjadi Cantik dan Ramai Pengunjung

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG - Pada umumnya hutan identik dengan tempat yang seram yang hanya dihuni oleh hewan liar saja. Ternyata di tangan lima orang mahasisa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hutan tidak lagi identik dengan kesan seram, malah sebaliknya. Lima mahasisa UMM itu berhasil membuat hutan yang sangat menyenangkan, bahkan dibuat tempat pariwisata dan hutan edukasi. Itulah Hutan Kota Malabar yang berada di tengah Kota Malang yang saat hadir dengan wajah baru dan jauh dari kata seram.

Lima mahasiswa UMM itu diantaranya adalah Mohammad Arifin Murian, Nurna Hidayati Ningsih, Racha Pratama Supriyadi, Nurwahyudi dan Sahara Fristy Mirandani. Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) kelima mahasiswa tersebut berhasil melakukan inovasi dengan penambahan aksesoris hutan seperti payung berwarna, lampion serta penyedian kasur gantung (hammcok).

Ketua tim PKM-P, Mohammad Arifin Murian menyatakan, penambahan aksesoris yang diberikan bertujuan untuk menambah nilai estetika serta menjadikan Hutan Kota Malabar lebih berwarna. Selain penambahan aksesoris, lima mahasiswa tersebut juga menyediakan tongkat narsis (tongsis) yang disediakan dengan gratis, papan foto yang berisikan kalimat persuasif untuk berkunjung ke Hutan Kota Malabar secara gratis.

“Kami yakin dengan penambahan aksesoris ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan serta menambah daya tarik masyarakat khususnya mahasiswa,” ujar Arifin, ketika ditemui kontributor Muhammadiyah.id, Kamis (11/5).

Penambahan payung serta lampion mampu menyegarkan kembali wajah hutan kota malabar ini selain itu juga kerap kali para pengunjung menjadikan payung serta lampion tersebut sebagai tempat favorit mereka untuk berswafoto. Dengan mengusung judul “Terapi Self Potrait Penerapan Sistem Ekowisata Pada Kawasan Hutan Kota Malabar Malang sebagai Daya Tarik Wisatawan”, Arifin dan timnya ingin membranding dan mempromosikan Hutan Kota Malabar pada masyarakat luas.

Tidak hanya aksesoris yang ditambahkan lima mahasisa tersebut. Lebih lanjut, Arifin menambahkan, timnya juga memberikan edukasi kepada para pengunjung tentang fungsi hutan sebagai paru-paru dunia, habitat burung dan juga sebagai sarana edukasi tentang penghijauan. Menurut mahasiswa program studi Kehutanan itu, masyarakat secara umum masih belum banyak yang memahami fungsi hutan. “Setelah kami lakukan survey, ternyata sebagian orang masih belum mengetahui tentang pentingnya hutan ditengah kota ini. Maka kami rasa perlu adanya edukasi pada masyarakat,” ungkap Arifin.

Terlebih lagi, Hutan Kota Malabar juga dapat dimanfaatkan masyarakat hanya untuk sekedar beristirahat, bercengkrama bahkan dimanfaatkan untuk olahraga. Bagi Arifin dan timnya, semua fasilitas yang dibuat merupakan bentuk nyata mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat keberadaannya.

“Hasil penelitian ini merupkan salah satu sumbangsih nyata kami kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara hutan di tengah kota,” pungkasnya.

Kontributor: Abdul Jalil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *