Kamis, 25 Mei 2017
Home/ Berita/ MPM Banjarnegara Luncurkan "MOCAFMU"

MPM Banjarnegara Luncurkan "MOCAFMU"

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA - Ribuan warga Muhammadiyah Banjarnegara berkumpul di pelataran halaman yang rencananya akan dibangun RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara, acara tersebut dalam rangka hari bermuhammadiyah dan pengajian jelang ramadhan (pajero) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara Kamis (11/5).

Acara pengajian yang diisi oleh Din Syamsuddin mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebelum pengajian di mulai Din Syamsuddin turut menandatangani peresmian produk "MOCAFMU" (modified cassava flour Muhammadiyah) yang merupakan produksi paguyuban surya tani dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Banjarnegara.

"Dalam rangka jihad menegakkan kedaulatan pangan, saat ini MPM PDM Banjarnegara telah mendampingi kelompok petani ketela yg dinamakan surya tani di 5 titik yang berbeda untuk mengolah ketela menjadi tepung mocaf,”  tutur Eko Saroyo Ketua MPM PDM Banjarnegara.

Eko juga menambahkan  kegiatan ini merupakan komitmen Muhammadiyah melalui MPM, untuk mengangkat petani ketela Banjarnegara yang saat ini sedang menjerit karena harganya yang sangat rendah.

“1kg ketela hanya dihargai 200-400 rupiah itupun diantar sampai kota dengan medan yang sangat sulit dan terjal, sehingga para petani ketela ketika panen bukan malah mendapatkan uang tapi malah mengeluarkan uang karena harga ketela yang murah tidak bisa menutup biaya transport untuk mengantar tela yang cukup tinggi, sehingga tepung mocaf bisa menjadi solusi terbaik untuk para petani ketela,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh kepala Dinas Ketahanan Pangan Banjarnegara yang menandatangani MoU kerjasama dengan MPM PDM Banjarnegara dalam rangka bersinergis melakukan jihad menegakkan kedaulatan pangan lokal.

“Kedepan gerak langkah MPM PDM akan terus bersinergi saling menguatkan dengan dinas ketahanan pangan untuk mengangkat petani ketela di Banjarnegara dan menyadarkan masyarakat Banjarnegara beralih dari tepung terigu ke tepung mocaf,” ucap Eko.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *