Selasa, 27 Juni 2017
Home/ Berita/ Buku Takziah Muhammadiyah untuk KH Hasyim Muzadi Dorong Kedekatan NU dan Muhammadiyah

Buku Takziah Muhammadiyah untuk KH Hasyim Muzadi Dorong Kedekatan NU dan Muhammadiyah

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Sejumlah tokoh turut hadir dalam peluncuran buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A. Hasyim Muzadi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Kamis (20/4) malam.

Diantara tokoh yang hadir diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, dan Din Syamsudin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Imam Besar Masjid IstiqlalNasarudin Umar hingga Presiden PKS, Sohibul Iman.

Tidak hanya hadir, tokoh-tokoh tersebut juga memberikan testimoni terkait terbitnya buku tersebut maupun sosok almarhum secara pribadi. Din Syamsudin misalnya, menyebut buku yang ditulis oleh 20 aktivis Muhammadiyah itu harus mendorong kedekatan NU dan Muhammadiyah.

“Buku ini diharapkan mampu mendorong kedekatan NU dan Muhammadiyah dalam banyak hal termasuk paham keagamaan, meski dalam bidang politik selalu ada perbedaan, namun janganlah menunjukan perbedaan di depan umum secara terbuka,” ucap Din.

Sementara itu Zulkifli Hasan yang cukup dekat  dengan sosok Hasyim Muzadi mengatakan mantan Ketua Umum PBNU itu merupakan seorang ulama langka dengan karakter komprehensifnya yang menguasai khasanah klasik dan modern.

“Beberapa kali diskusi panjang dengan Kiyai Hasyim yang perhatiannya terhadap bangsa ini luar biasa, terakhir diskusi sebelum meninggal, beliau prihatin dengan para ulama kita sekarang ini. Kiyai Hasyim di bidang politik juga sangat konsen termasuk perkembangan politik di tempat beliau, Jawa Timur,” ujar Zulkifli.

Kesan lain disampaikan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang telah kenal dengan Hasyim Muzadi sejak 1978. Meski Kiyai Hasyim memegang tiga jabatan yakni sebagai ketua fraksi, wakil Ketua DPRD dan pemimpin partai saat itu, namun di mata Muhadjir sosoknya sangat sederhana.

“Beliau multitalenta dan berada di banyak spektrum mulai dari politik sampai seorang ulama, saya kira kalau dia di tengah-tengah NU dia tidak menunjukan bahwa di tidak fanatik dengan NU, kalau dia berada di tengah-tengah umat islam juga tidak menunjukkan bahwa dia seorang NU yang fanatik tapi kalau dia di tengah-tengah yang beragam dia seorang nasionalis sejati,” kenang Muhadjir. (raipan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *