Selasa, 27 Juni 2017
Home/ Berita/ Buka Diklatsuspimnas, Dahnil Jelaskan Trilogi Penting Kokam

Buka Diklatsuspimnas, Dahnil Jelaskan Trilogi Penting Kokam

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar kegiatan Pendidikan Khusus Pimpinan Nasional (Diklatsuspimnas). Kegiatan ini akan berlangsung sejak hari ini Jum’at 15 April hingga Ahad 16 April 2017 bertempat di Ciwidey, Bandung.

Diklasuspimnas ini merupakan bagian dari manifestasi wajib Kokam untuk mendorong percepatan pertumbuhan Kokam dan didedikasikan untuk seluruh kader-kader Kokam di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, pada sambutan pembukaan acara, Jum’at (14/4) pagi.

“Saya paham betul diklatsuspim ini tentu tidak mudah untuk teman-teman yang tidak terbiasa dengan pelatihan militer. Hari ini saya mengajak kepada seluruh teman-teman untuk bersama-sama dengan ikhlas menjadi peserta diklatsuspim ini,” ujar Dahnil.

Peserta yang ikut dalam diklat ini merupakan pimpinan Kokam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, meski begitu, Dahnil bersama jajarannya di PP Pemuda Muhammadiyah, juga sama seperti yang lain yakni memposisikan diri sebagai peserta.

“Tujuannya adalah untuk menekan ego, bagi saya ini adalah momentum untuk merendahkan hati kita semuanya, di posisi peserta atau prajurit yang dilatih,” tuturnya.

Dalam acara pembukaan yang dilaksanakan di halaman Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah itu, Dahnil juga menyampaikan trilogi utama Kokam yang menurutnya sangat penting. Pertama, merawat ukhuwah islamiyah, tantangan hari ini adalah perpecahan umat, maka Kokam harus memiliki peran merawat ukhuwah islamiyah.

Kedua bahwa Kokam memiliki tugas mengawal NKRI dan Pancasila. Jika Kokam dikatakan radikalis hanya karena membela Siyono misalnya, maka menurut Dahnil hal itu adalah upaya untuk mendemoralisasi dan mendelegitimasi jihad yang dilakukan oleh Kokam.

“Ketiga adalah menggembirakan kemanusiaan. Kokam itu harus kita dorong menjadi tim SAR, makanya namanya disebut Kokam dan SAR. Tugas-tugas kemanusiaan menjadi hal yang penting,” tutup Dahnil. (raipan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *