Jangan Mudah Terprovokasi, Kedepankan Jalan Perdamaian
Sabtu, 12-02-2011Dibaca: 1826
Yogyakarta- Aksi-aksi kekerasan atas nama agama yang akhir-akhir ini marak, seharusnya tidak perlu terjadi apabila semua pihak tidak terprovokasi dan selalu menempuh jalan damai, karena pada jaman Rosul, perang merupakan bentuk pembelaan diri dari serangan sebelumnya.Demikian disampaikan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais, disela pertemuannya dengan duta besar Australia Greg Moriarty, di kantor PP Muhammadiyah Cik Di Tiro No.23 Yogyakarta, Rabu (09/02/2011). "Seharusnya tidak perlu ada kekerasan, karena Islam selalu mengajarkan perdamaian, dan menghargai perbedaan itu adalah hal yang utama dalam menciptakan perdamaian," jelasnya. Pada kasus Ahmadiyah menurut adik mantan ketua umum PP Muhammadiyah Amien Rais ini, masyarakat seharusnya lebih sabar dalam memperingatkan dan mengajak kembali ke jalan yang benar, bukan dengan cara kekerasan.
Hindari Provokasi
Dalam situasi yang masih panas ini, menurut Dahlan Rais, masyarakat hendaknya juga jangan terpancing emosi atau mudah terprovokasi dengan ajakan untuk merusak dan berbuat emosi di jalan, karena pada akhirnya, masyarakatlah yang menerima dampaknya. "Kami menghimbau pada masyarakat dan warga Muhammadiyah khususnya, untuk jangan mudah terpancing provokasi pada aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama," ungkapnya.
Lebih lanjut menurut Dahlan, pemerintah juga harus cepat turun tangan untuk memberikan perlindungan yang cukup pada warga, karena yang mempunyai kekuatan dalam melakukan perlindungan hanyalah penyelenggara negara. (mac)
Tags: muhammadiyah, PP
Pilih Artikel
Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
2 Komentar
bani
29-09-2011 09:00:52
perdamaian itu hal yang Jaiz (wajar) tapi tak ada perdamaian untuk menghalalkan yang diharamkan Allah atau mengharamkan yang dihalalkanNya.
Bukan hanya diserang fisik ...tapi penghinaan dan penjajahan yang berkelanjutan kepada pemerintahan di negerinegeri muslim itu apa bukan bentuk penyerangan?
rijal
17-02-2012 08:34:04
ini baru bijak...
Beri Komentar
Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
Berita Lain
- Wakil Bupati Luwu Utara: Muhammadiyah Punya Pengalaman Panjang Membangun Bangsa
- Said Tuhuleley: Harga Pangan Naik, Tetapi Petani Tetap Miskin
- Amien Rais: Tragedi Mesir, Tak Akan Merembet Ke Indonesia
- Muhammadiyah Temanggung: Pelaku Kerusuhan Kemungkinan Bukan Dari Temanggung
- PP Muhammadiyah: Jangan Mudah Terprovokasi, Kedepankan Jalan Perdamaian
- Tim Sepakbola UM Yogyakarta Juarai Parahyangan Combat Cup 2011
- Ber-Muhammadiyah Itu Beribadah!
- Meriahkan Muscab, Muhammadiyah Kuala Lumpur Gelar Futsal Cup
- Setelah 3 Tahun Berdiri, Muhammadiyah Kuala Lumpur Akhirnya Gelar Muscab
- Din: Pemimpin RI Harus Belajar Dari Kasus Mesir
Berita Terpopular
Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya
Daftar Newsletter
Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah
Bacaan Sehari-hari
Tidak Ada
















