Senin, 18 Desember 2017

Miris Perayaan Kelulusan Tak Mendidik Masih Tumbuh Kembang

 

Oleh: Naimul Hajar (Wakil Kepala SMAMDA Sidoarjo Bidang Kurikulum)

Dua Mei lalu bukan hanya sekedar hari Pendidikan bagi siswa SMA / MA / MK, namun menjadi bagian sejarah penting dalam fase kehidupan. Di saat sekolah-sekolah mengumumkan kelulusan, berbagai respon siswa muncul beragam.

Di saat kabar tawuran antar pelajar masih saja nampak, miris rasanya jiwa raga. Pemerintah turut berperan meredam dikala Ujian Nasional sudah bukan lagi penentu kelulusan, nyatanya lagi-lagi ada saja berita kaum terpelajar baku hantam.

Kiranya bukan soal lulus dan tidak, bukan soal ujian nasional dan tidak, bukan soal sekolah atau tidak, bukan soal pelajar bermodal atau pelajar miskin, bukan soal orang jawa, sunda, batak, bugis atau suku-suku lain di Indonesia. Ini adalah soal karakter.

Kesadaran akan apa manfaat sekolah dan belajar untuk kehidupan belum dirasakan seutuhnya. Kemampuan memposisikan pendidikan sebagai way of life masih kurang. Program Pendidikan Karakter produk Kemendikbud perlu terus di tanamkan bukan hanya kepada siswa tetapi juga untuk guru, masyarakat dan seluruh komponen bangsa.

Di sisi lain sungguh masih banyak kaum muda kita yang masih setia menjaga martabat dan etika. Dimana siswa dan keluarga yang menyikapi kelulusan dengan bijak dan penuh semangat tatapan masa depan. Bahkan sangat mungkin mereka itu membuat kegiatan sosial sebagai wujud syukur atas kelulusan hanya saja luput dari pantauan pewarta.

Suatu ketika ada pesan singkat dari orang tua :

Assalamualaikum wr wb, kami sekeluarga:

✅menghaturkan apresiasi yangs setinggi tingginya atas kinerja baik panjenengan dan tim guru atas kelulusan ananda hari ini yang tanpa disertai konvoi dan coret coret baju, SMAMDA telah menunjukkan kelasnya sbg penjaga karakter anak muda

✅semoga semua ikhtiar bisa disertai dengan istighfar agar kalau ada yang tergelincir pada cara yang kurang benar bisa terhapus dengan istighfar

Semoga Allah ridha mengubah  jerih payah para guru menjadi amal jariyah

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *