Rabu, 05 Agustus 2020

Kufur Merusak Tauhid (1)

Kufur secara lughawi berasal dari bahasa Arab, merupakan kata dasar (masdar) dari kata kerja (fiilkafara – yakfuru – kufron aw kufuran, yang artinya menutup atau menutupi. Secara istilah syar’i kufur memiliki makna mengingkari keskeluruhan ajaran Islam atau mengingkari suatu bagian dari ajaran Islam di mana tanpa bagian itu keislaman seseorang menjadi batal atau tidak sempurna.

Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa mengingkari makna syahadat adalah kufur, mengingkari bagian-bagian dari ajaran Islam yang pokok dan penting adalah kufur; seperti mengingkari perkara yang diwajibkan, seperti mengingkari kewajiban shalat adalah kufur; melanggar perkara yang diharamkan adalah kufur, mengingkari hukum-hukum Islam adalah kufur dan seterusnya.

 

Macam-macam kufur dan Akibatnya

Kufur sebagaimana tertuang dalam pengertian istilah syar’I tersebut, kufur dibagi dalam dua macam, yakni kufur akbar (kekafiran yang besar) dan kufur ashghar (kekafiran yang kecil), yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kufur Akbar, yaitu mengingkari keseluruhan ajaran Islam atau mengingkari bagian yang prinsip, yang tanpa bagian tersebut akan menggugurkan atau membatalkan keislaman seseorang.
  2. Kufur Ashghar, yakni mengingkari bagian tertentu dari Islam yang tanpa bagian tersebut keislaman seseorang menjadi tidak atau kurang sempurna.

Seorang muslim harus benar-benar memperhatikan dirinya dan memberhatikan saudara-saudaranya sesame muslim, untuk menjaga dirinya dan saudaranya dari sifat kufur, baik kufur besar maupun kufur kecil. Berikut ini dijelaskan akibat yang akan alami oleh seseorang yang jatuh kepada kufur besar.

  1. Kufur besar dapat membuat amal ibadah seseorang menjadi sia-sia. Allah menegaskan dalam al-Quran:

مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ لا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ ذَلِكَ هُوَ الضَّلالُ الْبَعِيدُ – ابراهيم: ١٨

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti Abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.(Ibrahim: 18) 

  1. Kufur besar menyebabkan pelakunya abadi dalam neraka jahanam, sebagaimana sabda-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ – محمد: ١٢

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka Makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.(Muhamad: 12)

Sedangkan kufur kecil tidak mengharuskan pelakuknya masuk neraka, tetapi mendapatkan ancaman siksaan dari Allah; kecuali bila dia segera bertobat dan menutupnya dengan amal kebaikan sebagaimana sabda Rasul:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ  – رواه أحمد والترمذى والدارمى

Dari Abu Dzar ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” 

  1. Jika seseorang mati dalam keadaan kufur besar maka dosanya tidak akan diampuni, bahkan digolongan kepada makhluk yang terburuk. Sedangkan apabila seseorang mati dalam keadaan kufur kecil, maka dia diserahkan kepada Allah apakah dia disiksa atau diampuni. Allah berfirman:

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ – الأنفال: ٥٥

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Al-Anfal: 66)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ  – البينة: ٦

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Al-Bayyinah: 6) 

  1. Kufur besar menyebabkan darah, harta dan jiwa pelakunya menjadi halal, dan tidak mewarisi keluarganya yang Muslim. Hal ini disebabkan oleh yang melakukan kufur besar telah keluar dari Dinul Islam.

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلَا يَرِثُ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ – متفق عليه

Dari Usamah bin Zaid, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang Muslim tidak boleh mewarisi dari orang kafir dan orang kafir tidak dapat mewarisi dari orang Muslim.” (Mutafaq ‘Alaih)

Keadaan yang demikian tidak diberlakukan bagi pelaku kufur kecil, karena hakekatnya ia tetap sebagai seorang muslim yang kedudukannya sama dengan muslim lainnya, hanya saja ia telah melakukan dosa.

Kufur besar adalah kufur aqidah yang terkait dengan keyakinan yang merupakan inti dari dinul Islam, sedangkan kufur kecil adalah kufur amali.

 

Hal-hal yang Termasuk Kufur Besar

Terdapat lima jenis kufur yang termasuk dalam kategori kufur besar, yang wajib dijauhi oleh setiap muslim. Yaitu:

  1. Kufur Takdzib,

Yakni kekafiran karena mendustakan kebenaran agama Islam, serta menolak kebenaran ajaran Islam. Sesuai dengan sabda Allah:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ – العنكبوت: ٦٨

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? (Al-Ankabut: 68)

 2. Kufur Istikbar

Yaitu kekafiran yang diserta kesombongan meski dalam hatinya mengakui kebenaran Islam seperti dilakukan oleh Iblis, yang digambarkan dalam sabda Allah:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ – البقرة: ٣٤

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah (berhormatlah) kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah: 34) 

 

Penulis             : Syasul Hidayat Shabran

Sumber            : http://tuntunanislam.id/

Halaman Selanjutnya: Kufur Merusak Tauhid (2) ......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *