Sabtu, 31 Oktober 2020

Klasifikasi Al-Asma’ul Husna (1)

Agar lebih mudah memahami nama-nama Allah,  Sayid sabiq, seorang guru besar di Universitas Al-Azhar Kairo, di dalam kitabnya “Al-Aqaidul Islamiyah” halaman 48-50 telah mengklasifikasi nama-nama Allah yang Baik (al-Asma’ul Husna) yang tercantum di dalam al- Qur’an ke dalam 8 kelompok.

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan Dzat Allah swt, seperti: al-Wahid (Maha Esa), al-Haq (Maha Benar), ash-Shamad (Maha Dibutuhkan). al-Awwal (maha Pertama), al-Akhir (Maha Penghabisan), al-Quddus (Maha Suci), dan lain-lain.
  2. Nama-nama yang berhubungan dengan penciptaan Allah SWT, seperti: al-Khaliq (Maha Pencipta), al-Mushawwur (Maha Pembentuk), al-Bari’ (Maha Pembuat), dan al-Badi’ (Maha Pencipta yang baru)
  3. Nama-nama yang berhubungan dengan sifat kecintaan dan kerahmatan Allah swt, seperti: ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), al-Mu’min (Maha Pemberi keamanan), al-Wadudu (Maha Pencinta), al-Barru (Maha Dermawan), al-Wahhab (Maha Pemberi), ar-Razzaq (Maha Pemberi rizqi), dan lain-lain.
  4. Nama-nama yang berhubungan dengan keagungan dan kemuliaan Allah swt, seperti: al-Adzim (Maha Agung), al-‘Ali (Maha Tinggi), al-Qawiy (Maha Kuat), al-Aziz (Maha Mulia), al-Qahhar (Maha Pemaksa), al-Mutakabbir (Maha Megah), dan lain-lain.
  5. Nama-nama yang berhubungan dengan ilmu Allah swt. Seperti: al-Alim (Maha Mengetahui), as-Sami’ (Maha Mendengar), al-Bashir (Maha Melihat), ar-Raqib (Maha Meneliti), al-Muhaimin (Maha Menjaga), al-Hakim (Maha Bijaksana), al-Khabir (Maha Waspada), as-Syahid (Maha Menyaksikan) dan al-Bathin (Maha Mengetahui yang tersembunyi)
  6. Nama-nama yang berhubungan dengan kekuasaan Allah SWT dan pengaturan-Nya atas segala sesuatu. Seperti: al-Qadir (Maha Kuasa), al-Waliy (Maha Melindungi), al-Malik (Maha Merajai), al-Fattah (Maha Pembuka), al-Wakil (Maha Pemelihara Penyerahan) dan lain-lain
  7. Nama-nama Allah lain yang tidak tercantum di dalam al-Qur’an tetapi merupakan sifat-sifat yang erat kaitannya dengan sifat atau perbuatan Allah Ta’ala yang disebutkan di dalam al-Qur’an. Seperti: al-Qabidl (Maha Pencabut), al-Baits (Maha Membangkitkan), al-Mubdi’u (Maha Memulai), al-Baqi (Maha Kekal) dan lain-lain.
  8. Nama-nama Allah lain yang terambil dari makna atau pengertian nama-nama yang terdapat di dalam al-Qur’anul karim, Seperti: an-Nur (Maha Bercahaya), ar-Rasyid (Maha Cendekiawan), al-Adl (Maha Adil), as-Shabbur (Maha Penyabar), al-Jalil (Maha Luhur), dan lain-lain.

 

Nama Allah Yang Teragung (al-Ismul A’dham)

Selain memiliki nama-nama yang baik ( al-Asma’ul husna), Allah SWT juga memiliki nama yang teragung ( al-ismul a’dlam) yang merupakan kalimat yang tersusun dari beberapa nama Allah SWT.  Jikalau kalimat ini digunakan oleh seseorang untuk berdo’a kepada Allah Ta’ala dengan melengkapi semua syarat berdo’a sebagaimana ditentukan niscaya Allah akan mengabulkan do’a tersebut.  Jadi nama Allah teragung itu bukanlah suatu rahasia yang tersembunyi atau seolah-olah sebagai suatu hal yang ghaib yang hanya diberikan atau diperlihatkan kepada orang-orang tertentu saja- sebagaimana anggapan sebagian orang-  namun setiap orang dapat mengetahuinya.

Mengenai nama Allah yang teragung (al-ismul a’dlam) Rasulullah SAW menjelaskan dalam beberapa hadits, diantaranya sebagaimana yang tercantum di bawah ini.

Pertama: Hadits yang diriwayatkan dari Buraidah r,a, katanya:

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فَقَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ  …… فِيهِ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِاسْمِهِ الْأَعْظَم (رواه ابو داود) قال الشيخ الألباني : صحيح

Sesungguhnya Rasulullah saw, mendengar seorang laki-laki berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

(“Ya Allah! Sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu, hamba bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tidak ada tuhan selain Engkau yang satu, tempat meminta, tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Engkau”).

 Lalu Rasulullah saw bersabda: “Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan suatu nama yang apabila ada yang meminta dengannyan, Dia akan memberikannya dan apabila ada yang berdo’a dengannya, niscaya Dia akan mengabulkannya”. Dalam riwayat lain Rasulullah saw. berkata: sungguh engkau telah memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla  dengan nama-Nya yang agung”. (HR. Abu Dawud)

Kedua: Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang berbunyi:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، الْمَنَّانَ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَقَدْ سَأَلْتَ اللهَ بِاسْمِ اللهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ، وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى  (رواه ابن ماجه) قال الشيخ الألباني : حسن صحيح

Dari Anas bin Malik berkata: “Nabi saw. mendengar seorang yang berdo’a:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، الْمَنَّانَ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah! Sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu, sesungguhnya milik-Mulah segala puji, tidak ada tuhan yang berhak diibadahi  selain Engkau, yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, yang Maha Pemberi, Yang Menciptakan Langit dan Bumi, Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan.”

lalu Nabi bersabda: sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung, jika ada yang meminta dengan menyebut dengannya niscaya akan memberi dan jika ada yang berdo’a dengannya niscaya Dia akan mengabulkannya.”

 

Penulis            : Zaini Munir Fadloli

Sumber            : http://tuntunanislam.id/

 

Halaman Selanjutnya: Klasifikasi Al-Asma’ul Husna (2)……

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *