Rabu, 19 September 2018

IMM: Ladang Pengabdian

Oleh : Misbahul Ma’ruf

(Sekum PC IMM Kota Denpasar)

Sebagai Mahasiswa kemarin sore, tulisan ini terlalu berlebihan memang, terlebih masih seumur jagung kita berkader di IMM ini. Kendati masih tergolong premature bersama si merah, namun rasa kepemilikan dan kecintaan terhadap organisasi ini cukup besar. Bagaimana tidak besar, kita mengalami fase perjuangan tidak mudah dan menjenuhkan, apalagi beban dan tugas yang terbilang berat yakni Merevitalisasi gerakan di tingkat Pimpinan Cabang dengan keadaan seperti mengisi bahan bakar di SPBU "Mulai dari nol".

Ditengah membangun ingin rasanya mundur dan menyerah, namun bagiku itu mundur dan menyerah bukanlah jalan seorang revolusioner sejati. Revolusioner sejati harus berdiri disetiap risiko apapun. Teringat dan terngiang-ngiang selalu dalam bait lagu berjudul Renungan Kader "Dalam IMM ku telah bersemi janji hidup di jalan-Nya atau mati syahid". Lirik yang sangat mengena sebagai seorang kader , agar setiap perjuangan sesuai jalan-Nya dan menganggap setiap gerak langkah kita adalah "menolong agama Allah" sebagaimana dalam Qs. Muhammad : 7.

Meminjam definisi kawan, pengabdian menurutnya adalah sesuatu pekerjaan yang dilakukan dari hati, oleh hati dan untuk hati. Tentu definisi ini tak asing ditelinga, karena definisi “dari, oleh dan untuk” ini biasa digunakan untuk mengartikan ‘demokrasi’. Ya, secara sederhana Aku dapat menangkap maksud kawan tersebut, bahwa pengabdian adalah kerja keikhlasan tanpa imbalan apapun. Kalaupun mendapat imbalan itu hanyalah bonus dari kerja kerasnya.

Pernah kusampaikan kepada bapak saat diskusi santai, bahwa manusia memiliki ladang pengabdiannya masing-masing bergantung profesi, porsi dan posisi yang kita miliki. Bagi orang yang berorganisasi, maka organisasi adalah ladang pengabdiannya. Bagiku pun sama IMM adalah ladang pengabdian, terlebih beban amanah yang terlanjur diemban. Sebagai kader umat, kader bangsa  dan kader persyarikatan harus siap mengemban tugas mulia tersebut  guna menyiapkan diri sebagai pewaris tampuk pimpinan umat seperti dalam bait Mars IMM yang sering kita gaungkan bersama.

IMM sendiri memiliki banyak ladang pengabdian bisa digarap sebenarnya, kita sebut ladang pengabdian itu sebagai Trilogi IMM yakni Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas. Agar tetap IMM tetap subur maka hendaknya senantiasa dikelola dengan baik. Maka, sebagai seorang kader harus selalu menabur benih yang bagus (Akhlak), menyiangi dengan rajin (Ibadah), menjaga dari hama (Maksiat) sehingga kita akan memanennya dengan hasil terbaik (Jannah). Lillah wa Fillah.

Billahi fii sabbililhaq Fastabiqul Khairat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *